<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perkembangan Anak</title>
	<atom:link href="http://www.perkembangananak.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.perkembangananak.com</link>
	<description>Orangtua Pembelajar Ingin Anak Baik dan Hebat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Feb 2012 09:24:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Ayah Penyempurna Kesuksesan Anak</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/02/ayah-menyempurnakan-kesuksesan-anak/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/02/ayah-menyempurnakan-kesuksesan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 09:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[dekat]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam sebuah keluarga, sosok ayah biasanya lebih ditakuti oleh anak dibandingkan sosok ibu. Walaupun pada kenyataannya seringkali ibu tampak lebih galak dan cerewet dibandingkan dengan ayah, namun anak tetap saja merasa lebih takut pada ayah. &#160; Timbulnya perasaan takut pada ayah seringkali dikesankan oleh orang disekitarnya bahwa ayah akan marah atau mungkin mukul kalau [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/02/ayah-menyempurnakan-kesuksesan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membantu Remaja Menggapai Potensi</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/02/membantu-remaja-menggapai-potensi/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/02/membantu-remaja-menggapai-potensi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 09:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[cara pandang]]></category>
		<category><![CDATA[menggapai]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Setiap anak memiliki kelebihan dan kecerdasan yang berbeda-beda. Namun sayang, tidak semua orangtua tahu bagaimana cara agar anak mampu menggali potensi yang ada dalam dirinya. &#160; Banyak orangtua mengharapkan dan bahkan menuntut anaknya dapat berprestasi, tetapi tanpa didukung oleh sikap positif dari orangtua terhadap anak. Misalnya, orangtua lebih sering membanding-bandingkan antara kemampuan seseorang dengan sang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/02/membantu-remaja-menggapai-potensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menanggapi Keluh Kesah Anak</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/02/menanggapi-keluh-kesah-anak/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/02/menanggapi-keluh-kesah-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 05:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[keluh kesah]]></category>
		<category><![CDATA[mengeluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita memperhatikan dunia anak, tampaknya masa anak-anak itu adalah masa yang selalu indah dan menyenangkan. Mereka selalu bersenang-senang dengan bermain dan hidup seolah-olah tanpa memiliki beban atau masalah. Ketika ia ingin sesuatu, mereka tinggal minta pada orangtua. Ketika kita perhatikan lebih dekat, perjalanan hidup anak sebenarnya tidak selamanya senang dan bahagia. Kadang-kadang anak juga [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/02/menanggapi-keluh-kesah-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaya Pengasuhan Orangtua</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/01/gaya-pengasuhan-orangtua/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/01/gaya-pengasuhan-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 08:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[acuh]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya pengasuhan]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[otoritatif]]></category>
		<category><![CDATA[otoriter]]></category>
		<category><![CDATA[permisif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Setiap keluarga memiliki gaya pengasuhan yang berbeda pada anak-anaknya. Ada orangtua yang terbiasa menerapkan disiplin dan peraturan secara ketat dan keras, sehingga tidak ada toleransi dalam memberikan hukuman pada anak yang melakukan kesalahan. Ada orangtua yang selalu memanjakan anaknya secara berlebihan, sehingga ketika anak melakukan suatu kesalahan mereka membiarkannya dengan alasan ‘sayang’. Ada juga orangtua [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/01/gaya-pengasuhan-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyingkirkan Rasa Takut</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menyingkirkan-rasa-takut/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menyingkirkan-rasa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 07:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[gemetar]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[Takut atau khawatir adalah perasaan yang dapat membuat jantung seseorang yang merasakannya berdegup kencang. Perasaan takut atau khawatir kadang-kadang juga membuat seseorang mengeluarkan keringat dingin, tangan gemetar atau bulu kuduk berdiri. &#160; Perlu kita sadari, tidak selamanya perasaan takut itu menganggu kita. Perasaan takut itu juga sangat penting dan merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menyingkirkan-rasa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menepati Janji Sangat Penting</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menepati-janji-adalah-sangat-penting/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menepati-janji-adalah-sangat-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 07:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Janji]]></category>
		<category><![CDATA[kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[menepati janji sangat penting]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya menepati janji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku tidak menepati janji yang dilakukan sebagian orangtua kepada anak seringkali dianggap hal yang biasa-biasa saja. Banyak orangtua yang berjanji kepada anak misalnya akan memberikan atau membelikan sesuatu tetapi pada akhirnya janji tersebut tidak pernah ditepatinya. Mereka menganggap bahwa tidak menepati janji kepada anak tidak akan menjadi sebuah masalah yang besar, tidak seperti ketika mereka [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menepati-janji-adalah-sangat-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbohong</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/01/bohong/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/01/bohong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 04:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[berbohong]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seseorang berbicara tentang sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan atau fakta, seseorang tersebut sedang berbohong. Bohong itu ada beberapa macam, ada bohong yang dibuat-buat seperti bercerita tentang sesuatu yang seolah-olah terjadi, padahal cerita tersebut tidak pernah terjadi, ada juga bohong ‘putih’, yaitu bohong untuk menutupi sesuatu karena dianggap jika berkata jujur akan membahayakan, misalnya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/01/bohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hak Anak Adalah Dipahami dan Dimengerti</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/01/hak-anak-adalah-dipahami-dan-dimengerti/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/01/hak-anak-adalah-dipahami-dan-dimengerti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 08:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[dimengerti]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia, baik itu orang dewasa maupun anak-anak pasti memiliki perasaan yang sama, yaitu ingin dipahami dan dimengerti. Jika orang dewasa merasa tidak senang ketika dirinya tidak dipahami dan dimengerti dengan banyak kritik, anak-anak juga akan merasakan hal yang sama. Ini terbukti ketika orangtua sering memberikan kritik terhadap apa yang dilakukan anak, ia akan cenderung [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/01/hak-anak-adalah-dipahami-dan-dimengerti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maafkanlah Mereka</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/01/maafkanlah-mereka/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/01/maafkanlah-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:04:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayag]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita sadari, orangtua adalah orang yang sepanjang hidupnya akan selalu mencintai kita dengan sepenuh hati. Bagaimanapun kondisi fisik dan sifat buah hatinya, mereka akan tetap menyayangi dan mencintainya. Hanyalah orangtua yang selalu mampu mencintai buah hatinya tanpa pamrih. Orangtualah yang pertama kali akan merasa sangat sedih dan khawatir ketika buah hatinya sakit atau menderita. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/01/maafkanlah-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalani Hidup Bagaikan Air Mengalir</title>
		<link>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menjalani-hidup-bagaikan-air-ledeng/</link>
		<comments>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menjalani-hidup-bagaikan-air-ledeng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 04:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yusi Elsiano Rosmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.perkembangananak.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini banyak sekali anak remaja yang lebih memilih menjalani hidup ini dengan cara ‘mengalir saja bagaikan air’. Mungkin maksud pernyataan tersebut hanya untuk menggambarkan atau mengungkapkan sebuah kondisi saja, bahwa dalam menjalani hidup ini tidak perlu dibuat susah atau rumit, tetapi santai dan jalani saja. &#160; Menanggapi pernyataan remaja di atas, sejatinya orangtua perlu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.perkembangananak.com/2012/01/menjalani-hidup-bagaikan-air-ledeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

