-
SKACI
Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia
Bermain adalah hak anak. Membuatnya hebat dan berprestasi adalah kewajiban orangtua. Membimbing anak bermain agar jadi jago IT/Komputer adalah tugas kami

-
Fahma-Hania
Karya-karya Fahma-Hania
Aplikasi-aplikasi buatan Fahma-Hania

-
SiGokil
Capture beautiful moments, interesting sights, something weird, accidents, crimes, or just yourself and share from your exact position. Sell or find stuff near you, and bid or offer using this app. Track your children, spouse, even your vehicles

-
SiGokil Solutions
Give implementable mobile solutions to accommodate the needs of mobile reporting, mobile surveying, mobile monitoring, mobile tracking, and back-end analyzing, to improve efficiency and effectiveness

-
ACI Corporation
Attentive Creations International is a mobile and web applications developer. We develop perfection in all applications we built. We have been the biggest part of industries solutions.

|
Des21
Kita perlu memahami bahwa setiap orang memiliki cara belajar masing-masing yang berbeda, tentu cara tersebut merupakan cara yang dirasakan sangat optimal untuk dirinya. Sebagian anak ada yang merasa lebih optimal ketika belajar dalam suasana yang minimal suara (sepi), tetapi bagi sebagian anak lainnya justru belajar sambil mendengarkan lagu-lagu atau musik dapat membuatnya lebih mudah menyerap apa yang sedang dipelajarinya.
 Ilustrasi: www.123rf.com
Belajar dengan cara diporsir atau menggunakan sistem kebut semalam (SKS) tanpa diselingi dengan istirahat sejenak merupakan tindakan yang kurang bijaksana. Biasanya, ketika otak dipaksa untuk menampung banyak informasi dalam satu waktu yang sama, otak manusia akan lebih sulit menyerap informasi tersebut, otak akan lebih mudah merasa lelah dan jenuh. Berbeda ketika seseorang belajar dalam banyak kesempatan, maksudnya membagi-bagi waktu belajar menjadi beberapa sesi yang diselingi dengan waktu rehat, hasilnya akan lebih optimal. Seperti yang diungkapkan oleh Bobbi DePorter (2011), melakukan rehat pada interval waktu yang tepat dapat membantu seseorang belajar dengan lebih baik. Ketika seseorang sedang belajar, biasanya lebih baik pada awal dan akhir sesi belajar. Semakin seseorang memecah-mecah waktu belajar menjadi beberapa bagian, semakin banyak momen belajar optimal yang dapat diciptakan untuk dirinya. (yer)

Des16
Waktu makan telah tiba. Inilah waktu di mana orangtua dan anak terkadang merasa tidak nyaman, di antara mereka terjadi adu argumentasi, anak bersikeras tidak mau makan atau tidak mau menghabiskan makanannya, sedangkan orangtua tetap meminta anak menghabiskan makanannya. Pada situasi seperti inilah biasanya orangtua dan anak menjadi sama-sama tidak sabar dan marah.
 Ilustrasi: www.123rf.com
Ketika orangtua meminta anak menghabiskan makanannya, sebagai bentuk penolakan dari anak, berbagai alasan akan ia lakukan, misalnya dengan cara mengeluh bahwa ia tidak suka makanan tersebut, makanannya tidak enak sehingga ia mengunyah makanannya dengan sangat lambat, bahkan diemut atau makanan tersebut dijadikan mainan sehingga berceceran di lantai. Jika situasinya seperti ini, orangtua biasanya merasa tegang dan jadi tidak sabar. Untuk mensiasati supaya hal ini tidak terjadi terus menerus, ada beberapa tips (Jacob Azerrad:2005) yang dapat dilakukan orangtua, yaitu
- Anak dibolehkan makan hanya pada jam makan. Tidak membiarkan anak makan makanan ringan sebelum waktu makan tiba. Ini membuatnya memilih antara dua pilihan, yaitu ia menjadi lapar (dan ini tidak mungkin), atau ia akan makan bersama dengan keluarganya.
- Jika anak tidak menghabiskan makanannya, jangan memaksanya untuk menghabiskan. Ia diperbolehkan meninggalkan meja tanpa makanan penutup (kue, juice, dll). Simpanlah sisa makanannya di kulkas. Hindari membujuknya untuk kembali ke meja makan. Jika nanti ia menanyakan makanannya yang tidak habis dan ia akhirnya menghabiskannya, tawari ia makanan ringan kesukaannya, pujilah ia sesuai apa yang ia lakukan. Segeralah ikuti pujian tersebut dengan menghabiskan beberapa menit melakukan sesuatu yang ia sukai. Misalnya main bola, main petak upet, main boneka, atau membacakan buku cerita.
- Jika ada makanan yang berceceran (mungkin anak mencari perhatian), hindari mengomentarinya. Orangtua tidak dapat mengharapkan perilaku sempurna di meja makan dari anak berusia 5 tahun. Mengatakan secara berulang –ulang kesalahan-kesalahan di meja makan, mungkin akan sedikit sulit bagi anak untuk bengubah secara langsung perilakunya tersebut. Tindakan orangtua tersebut hanya akan mendatangkan kesan pada anak bahwa waktu makan adalah waktu yang tidak menyenangkan. Sebaiknya, anak diberi pengertian sesuai dengan usia dan kedewasaan anak ketika ia waktu makan sudah selesai. Berilah pengertian dan arahan tentang kebiasaan-kebiasaan makan yang baik dan sangat penting untuk dilakukannya. (yer)

Nov28
 Ilustrasi: www.123rf.com
Berikut adalah beberapa cara untuk merangsang indra pendengaran bayi (Indra & Vindhy:2007), di antaranya adalah:
- Bernyanyi atau bersenandung. Ketika orangtua sedang bersama bayi, berusahalah untuk selalu bersenandung. Misalnya, ketika sedang menimang atau menina bobokan bayi, memandikan atau ketika sedang mengganti popok bayi. Dengan demikian, sedikit demi sedikit bayi akan merekam apa yang diucapkan orangtuanya.
- Berbicara sepanjang perjalanan. Walaupun bayi belum bisa diajak bicara, namun tentu sangat baik jika orangtua selalu mengajaknya berbicara. Misalnya, sepanjang perjalanan orangtua memperkenalkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Dengan cara seperti itu, anak akan semakin banyak merekam nama-nama benda.
- Berbicara kepada bayi sebanyak dan sesering mungkin. Tindakan seperti ini merupakan salah satu cara orangtua mengajarkan berbicara kepada anak. Lakukanlah dalam segala kesempatan, misalnya pada saat orangtua memandikan bayi, katakanlah kepadanya’ sekarang Ade mandi dulu ya.., lalu pakai sabun supaya badannya menjadi bersih dan wangi’. (yer)

Nov22
Disengaja ataupun tidak, banyak orangtua atau bahkan diri kita sendiri sebagai orangtua pernah melakukan tindakan ini, yaitu meniup-niup makanan sebelum diberikan kepada bayi. Tujuannya adalah supaya makanan tersebut tidak terlalu panas saat dimakan bayi.
Niatnya sudah baik, tetapi perlu kita ketahui bahwa tindakan ters
ebut tidak sehat untuk bayi. Di dalam mulut orang dewasa kemungkinan besar banyak terdapat bakteri atau kuman. Mulut orang dewasa tidak dijamin tanpa bakteri atau penyakit. Ketika orangtua meniup-niupkan udara dari mulutnya, bakteri atau kuman akan ikut tertiup bersama cipratan air liur dan menempel atau meresap pada makanan yang akan diberikan pada bayi. Akibatnya, kuman tersebut akan ikut termakan oleh bayi.
 Ilustrasi: www.123rf.com
Selain meniup-niup makanan bayi, ada juga orangtua yang menyuapi bayi tanpa jeda. Ada beberapa kemungkinan hal ini terjadi. Pertama, boleh jadi karena ketidaktahuan orangtua bahwa memberi makan bayi tanpa jeda adalah berbahaya. Ketika bayi tersedak oleh makanan, pernafasan bayi akan terganggu. Kedua, mungkin karakter orangtua yang tidak sabar, ia ingin makanannya tersebut dapat segera habis. Ketiga, mungkin juga karena bayi tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda sudah kenyang, sehingga orangtua terus menyuapinya tanpa jeda.
Apapun alasannya, sebagai orangtua bijak sejatinya harus tetap memperhatikan cara yang baik dan sehat ketika menyuapi bayi. Suapi bayi setelah makanan yang ada di dalam mulutnya habis. Hindarkan meniup-niup makanan atau bahkan meloloh makanan yang akan diberikan pada bayi. Ingatlah bahwa di dalam mulut orang dewasa terdapat banyak kuman penyakit. Alih-alih si kecil sehat, malah bisa saja ia jadi sakit lantaran kuman di dalam mulut orang dewasa ‘pindah tempat’ ke mulut bayi (Nakita 398/VIII/18/ November 2006). (yer)

|
Setuju sekali, terima kasih atas masukannya ya... Betul sekali Bunda Shafa, Ibu yang bijak tentu akan selalu berusaha untuk memberikan yang ...
Sebagai Orang tua haruZ lebih tau apa yg anak lakukan apalagi anak itu mash bayi,perkembangannya mash lunak dan saya punya ...