Jun6
Anak menjadi sering membangkang, merusak, tidak bertanggung jawab, dan tidak patuh pada orangtua boleh jadi bukan murni kesalahan anak tersebut. Bagaimana pun juga, baik atau buruknya sikap atau karakter anak ada campur tangan orangtuanya. Artinya bukan saja perilaku baik, perilaku buruk yang timbul pada diri anak juga dapat disebabkan oleh orangtuanya.

Ilustrasi: www.123rf.com
Perilaku buruk pada anak sering kali menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh banyak pihak. Setidaknya pertanyaan mengarah pada apa yang menyebabkan anak sehingga ia berperilaku kurang baik?
Banyak hal yang dapat membuat anak memiliki perilaku kurang baik. Salah satunya adalah disebabkan oleh kesalahan pada pola asuh yang dilakukan orangtuanya. Menurut Ali Hasan (2011), terdapat beberapa kesalahan orangtua yang menyebabkan anak tidak shalih, diantaranya adalah:
- Membiarkan anak melakukan kesalahan
- Kurang apresiatif
- Selalu melarang anak
- Selalu menuntut anak
- Selalu mengabulkan permintaan anak
- Tidak mampu menjadi teladan bagi anak
- Melakukan kekerasan
- Tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup
- Tidak sepaham antara ayah dan ibu
- Mengklaim buruk
- Terlalu memanjakan anak
- Terlalu berbaik sangka atau berburuk sangka terhadap anak
- Pilih kasih
- Mendo’akan buruk terhadap anak
- Bertengkar dan berbuat hal yang tidak layak di hadapan anak
- Susah memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan
- Lalai pada bacaan, tontonan, dan pergaulan anak
- Membuat anak minder
- Tidak mendidik anak untuk bertanggung jawab
- Salah mengajarkan disiplin

Jun5
Semua orangtua pasti ingin memiliki anak berprestasi. Orangtua manapun akan bangga jika anaknya memiliki nilai raport bagus dan maksimal, apalagi jika sang anak menjadi juara di kelas atau bahkan di sekolahnya.
Demi mencapai sebuah prestasi, banyak orangtua lupa akan hak anak, yaitu bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Mereka cenderung mengarahkan anak supaya terus mengejar prestasi, belajar dan terus belajar, kursus di sana dan di sini hingga akhirnya anak tidak peduli dengan lingkungan dan teman-temannya.

Ilustrasi: www.123rf.com
Kebiasaan anak lebih memilih menyendiri atau merasa senang hanya ditemani buku-buku atau gadgetnya akan membuatnya tidak mampu bersosialisasi. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus menerus, lama-lama akan membuat anak lebih cenderung pendiam, tertutup, dan sulit dalam mengungkapkan pendapat dan keinginannya. Selain itu ia akan sulit membangun jaringan pendukung yang dibutuhkan oleh setiap orang, ia akan sulit untuk mendapatkan teman atau beradaptasi dengan lingkungan.
Bobby (2011) dalam bukunya menyatakan bahwa anak yang lebih suka memilih untuk mengurung diri dengan menghabiskan waktu menjadi seseorang yang ‘kutu buku’ atau lebih senang menutup diri, tidak mau bergaul, ia akan kehilangan banyak kesempatan untuk berkembang, baik secara sosial maupun akademis.
Oleh karena itu, orangtua penting menyeimbangkan antara memotivasi anak supaya senang belajar dengan memberikan keleluasan kepada anak dalam hal bersosialisasi mengembangkan kemampuannya di bidang non akademis. (yer)

Lingkungan dapat mempengaruhi perilaku anak. Ketika anak berada di lingkungan di mana orang-orang di sekitarnya selalu berbicara baik (tidak kasar), ...
terimakasih info yang sangat berharga ibu... sya punya sedikit kesulitan dengan anak saya yang umurnya 2,5 thn...sebelum pindah ketempat baru ini...anak ...