• SKACI

    Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia

    Bermain adalah hak anak. Membuatnya hebat dan berprestasi adalah kewajiban orangtua. Membimbing anak bermain agar jadi jago IT/Komputer adalah tugas kami

    Buton

  • Fahma-Hania

    Karya-karya Fahma-Hania

    Aplikasi-aplikasi buatan Fahma-Hania


    Buton

  • SiGokil

    Capture beautiful moments, interesting sights, something weird, accidents, crimes, or just yourself and share from your exact position. Sell or find stuff near you, and bid or offer using this app. Track your children, spouse, even your vehicles

    Buton

  • SiGokil Solutions

    Give implementable mobile solutions to accommodate the needs of mobile reporting, mobile surveying, mobile monitoring, mobile tracking, and back-end analyzing, to improve efficiency and effectiveness

    Buton

  • ACI Corporation

    Attentive Creations International is a mobile and web applications developer. We develop perfection in all applications we built. We have been the biggest part of industries solutions.

    Buton

9
Jun6

Anak menjadi sering membangkang, merusak, tidak bertanggung jawab, dan tidak patuh pada orangtua boleh jadi bukan murni kesalahan anak tersebut. Bagaimana pun juga, baik atau buruknya sikap atau karakter anak ada campur tangan orangtuanya. Artinya bukan saja perilaku baik, perilaku buruk yang timbul pada diri anak juga dapat disebabkan oleh orangtuanya.

Naughty Kid : Naughty little girl over the white background

Ilustrasi: www.123rf.com

 

Perilaku buruk pada anak sering kali menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh banyak pihak. Setidaknya pertanyaan mengarah pada apa yang menyebabkan anak sehingga ia berperilaku kurang baik?

 

Banyak hal yang dapat membuat anak memiliki perilaku kurang baik. Salah satunya adalah disebabkan oleh kesalahan pada pola asuh yang dilakukan orangtuanya. Menurut Ali Hasan (2011), terdapat beberapa kesalahan orangtua yang menyebabkan anak tidak shalih, diantaranya adalah:

 

  1. Membiarkan anak melakukan kesalahan
  2. Kurang apresiatif
  3. Selalu melarang anak
  4. Selalu menuntut anak
  5. Selalu mengabulkan permintaan anak
  6. Tidak mampu menjadi teladan bagi anak
  7. Melakukan kekerasan
  8. Tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup
  9. Tidak sepaham antara ayah dan ibu
  10. Mengklaim buruk
  11. Terlalu memanjakan anak
  12. Terlalu berbaik sangka atau berburuk sangka terhadap anak
  13. Pilih kasih
  14. Mendo’akan buruk terhadap anak
  15. Bertengkar dan berbuat hal yang tidak layak di hadapan anak
  16. Susah memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan
  17. Lalai pada bacaan, tontonan, dan pergaulan anak
  18. Membuat anak minder
  19. Tidak mendidik anak untuk bertanggung jawab
  20. Salah mengajarkan disiplin

 

9 Komentar

  1. Yusi Elsiano Rosmansyah Yusi Elsiano Rosmansyah says:

    Lingkungan dapat mempengaruhi perilaku anak. Ketika anak berada di lingkungan di mana orang-orang di sekitarnya selalu berbicara baik (tidak kasar), ...

  2. widya says:

    terimakasih info yang sangat berharga ibu... sya punya sedikit kesulitan dengan anak saya yang umurnya 2,5 thn...sebelum pindah ketempat baru ini...anak ...

continue
0
Jun5

Semua orangtua pasti ingin memiliki anak berprestasi. Orangtua manapun akan bangga jika anaknya memiliki nilai raport bagus dan maksimal, apalagi jika sang anak menjadi juara di kelas atau bahkan di sekolahnya.

 

Demi mencapai sebuah prestasi, banyak orangtua lupa akan hak anak, yaitu bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Mereka cenderung mengarahkan anak supaya terus mengejar prestasi, belajar dan terus belajar, kursus di sana dan di sini hingga akhirnya anak tidak peduli dengan lingkungan dan teman-temannya.

 

Bookworm : A girl with glasses deeply engrossed in a book Stock Photo

Ilustrasi: www.123rf.com

Kebiasaan anak lebih memilih menyendiri atau merasa senang hanya ditemani buku-buku atau gadgetnya akan membuatnya tidak mampu bersosialisasi. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus menerus, lama-lama akan membuat anak lebih cenderung pendiam, tertutup, dan sulit dalam mengungkapkan pendapat dan keinginannya. Selain itu ia akan sulit membangun jaringan pendukung yang dibutuhkan oleh setiap orang, ia akan sulit untuk mendapatkan teman atau beradaptasi dengan lingkungan.

 

Bobby (2011) dalam bukunya menyatakan bahwa anak yang lebih suka memilih untuk mengurung diri dengan menghabiskan waktu menjadi seseorang yang ‘kutu buku’ atau lebih senang menutup diri, tidak mau bergaul, ia akan kehilangan banyak kesempatan untuk berkembang, baik secara sosial maupun akademis.

 

Oleh karena itu, orangtua penting menyeimbangkan antara memotivasi anak supaya senang belajar dengan memberikan keleluasan kepada anak dalam hal bersosialisasi mengembangkan kemampuannya di bidang non akademis. (yer)

continue
Dua Buku Fahma+Hania Bikin Animasi&Game Telah Terbit

Bagi Pembaca dan Putra-Putrinya yang jauh dari SKACI, silakan bisa belajar mandiri dengan menggunakan buku ini:
* Foto Dua Buku dan Lokasi SKACI Bandung Dago di Peta
* Informasi mengenai Buku dari Penerbit
rss
rss

Hak cipta semua artikel di web ini adalah milik Yusi Elsiano Rosmansyah, kecuali jika ada penulis lain, namanya akan ditulis secara eksplisit di artikel terkait. Jika Pembaca ingin menggunakan artikel-artikel ini untuk tujuan sosial atau nirlaba (misalnya, buletin yayasan, studi kasus), saya hanya mohon SATU etika akademis saja, yaitu: "CANTUMKAN NAMA PENULIS (Yusi Elsiano Rosmansyah) DAN ALAMAT WEB INI (www.PerkembanganAnak.com)". Mari kita sebarluaskan dan amalkan ilmu pengetahuan dengan bijaksana.