Takut atau khawatir adalah perasaan yang dapat membuat jantung seseorang yang merasakannya berdegup kencang. Perasaan takut atau khawatir kadang-kadang juga membuat seseorang mengeluarkan keringat dingin, tangan gemetar atau bulu kuduk berdiri.
Ilustrasi: www.123rf.com
Perlu kita sadari, tidak selamanya perasaan takut itu menganggu kita. Perasaan takut itu juga sangat penting dan merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Penyayang yang harus kita syukuri. Tanpa perasaan takut, diri kita akan lemah dan mudah celaka. Coba bayangkan jika kita tidak memiliki perasaan takut, mungkin kita tidak akan melakukan apapun ketika seekor harimau buas menghampiri dan akan menerkam kita.
Perasaan takut adalah sangat penting untuk kita miliki. Setiap orang pasti pernah merasakan takut atau khawatir. Misalnya, takut nilai ujiannya kecil, khawatir tidak naik kelas, takut salah bicara ketika berpidato nanti, takut salah gerakan ketika sedang menari di atas panggung nanti, dan masih banyak lagi perasaan takut lainnya. Perasaan seperti itu jika terjadi terus menerus tentu akan membuat seseorang merasa tidak nyaman dan tersiksa.
Hal yang dapat kita lakukan agar perasaan takut itu tidak terus menerus ada di dalam pikiran kita, melakukan suatu tindakan positif yang dapat membuat perasaan kita bahagia atau sibuk adalah solusi yang sangat baik. Misalnya, membaca buku cerita, memasak, menonton film lucu, atau mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta (berdzikir). Selain itu, kita juga dapat mengubah pikiran negatif (perasaan takut) tersebut dengan pikiran positif, misalnya jika kita takut salah bicara ketika tampil di depan umum, janganlah berpikir takut salah berbicara, tetapi sebaliknya pengaruhilah pikiran kita dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa ini adalah kesempatan baik untuk menampilkan kemampuanku yang terbaik. Dengan cara memikirkan hal terbaik yang mungkin terjadi, merupakan langkah cerdas untuk mengatasi ketakutan.
Hindarkanlah berpikir takut melakukan kesalahan, percayalah bahwa semua orang juga pernah melakukan kesalahan atau mengalaminya. Hal yang paling penting adalah ketika kita melakukan suatu kesalahan, belajarlah dari kesalahan tersebut dan lakukanlah yang lebih baik di lain waktu (James:2004). (yer)



