Ilustrasi: www.123rf.com
Menanggapi pertanyaan bunda Ida mengenai topik kita yaitu ‘berkomunikasi dengan anak’, berikut saya sertakan beberapa tips dan tricks yang dapat orangtua lakukan agar anak remaja kita mau berbicara terbuka pada orangtua Bobbi (2011), di antaranya adalah:
- Berusahalah untuk dapat memahami sudut pandang anak, walaupun orangtua dan anak sering kali berbicara dengan sudut pandang yang berbeda.
- Dengarkanlah dengan penuh perhatian, tanpa meremehkan dan menghakimi, karena pada dasarnya remaja ingin didengar dan dipahami lebih dari segala-galanya.
- Berusahalah untuk selalu mengasah kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan EAR, yaitu:
- Expression (ekspresi)
- Sttentiveness (perhatian)
- Restatement (mengulangi)
- Ketika bertindak menjadi pendengar, hindarilah melakukan GABS, yaitu:
- Grabbing the glory (ingin lebih unggul)
- Advising (sok menggurui)
- Belittling (menganggap remeh seseorang)
- Sidestepping (menghindar dari menjawab)
Jika anak tidak meminta nasihat, hindarkanlah untu menasihatinya. Pada umumnya orang yang sedang bermasalah tidak ingin orang lain memperbaiki masalahnya, ia hanya ingin seseorang menunjukkan kepedulian kepadanya.
Selain hal di atas, agar anak remaja mau berbicara terbuka, penting bagi orangtua untuk menyediakan waktu santai dan berkualitas kepada anak. Diantaranya adalah dengan cara orangtua mengurangi kesibukannya terutama dalam hal memenuhi kepentingan pribadinya di depan anak. Ketika anak sedang ada di rumah, sebaiknya orangtua tidak sibuk dengan telepon seluler atau BBM nya, tidak sibuk membaca majalah, sibuk nonton sinetron, sibuk arisan, sibuk janjian belanja ke mall, sibuk beres-beres lemari baju atau sibuk dengan internet dan facebook tanpa peduli dengan anak. Banyak orangtua secara fisik ada di rumah, tetapi sebenarnya secara batin ia tidak di rumah, begitu juga yang dirasakan oleh anak remaja.
Kesibukan orangtua yang terlihat oleh anak remaja seringkali membuatnya merasa enggan untuk berbicara kepada mereka. Ia akan berasumsi bahwa berbicara pada orangtua yang sedang sibuk hanya akan mengganggunya saja dan bahkan mungkin akan membuat orangtuanya menjadi marah. Oleh karena itu, berusahalah untuk tenang dan duduk di dekatnya. Mulailah dengan pembicaraan ringan seperti tentang musik kesenangannya atau tentang apa saja yang dapat membuatnya tertarik. Dengan demikian, jika suasana berkomunikasi seperti ini terus terjaga dengan baik, perlahan-lahan anak remaja akan terbuka pada orangtuanya. (yer)


