• SKACI

    Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia

    Bermain adalah hak anak. Membuatnya hebat dan berprestasi adalah kewajiban orangtua. Membimbing anak bermain agar jadi jago IT/Komputer adalah tugas kami

    Buton

  • Fahma-Hania

    Karya-karya Fahma-Hania

    Aplikasi-aplikasi buatan Fahma-Hania


    Buton

  • SiGokil

    Capture beautiful moments, interesting sights, something weird, accidents, crimes, or just yourself and share from your exact position. Sell or find stuff near you, and bid or offer using this app. Track your children, spouse, even your vehicles

    Buton

  • SiGokil Solutions

    Give implementable mobile solutions to accommodate the needs of mobile reporting, mobile surveying, mobile monitoring, mobile tracking, and back-end analyzing, to improve efficiency and effectiveness

    Buton

  • ACI Corporation

    Attentive Creations International is a mobile and web applications developer. We develop perfection in all applications we built. We have been the biggest part of industries solutions.

    Buton

0
Des27

Khawatir…., banyak orangtua merasa khawatir secara berlebihan terhadap anak. Rasa sayang dan cinta orangtua terhadap anak seringkali membuat mereka merasa khawatir, terlebih ketika sang buah hatinya sedang tidak berada di dekatnya, misalnya pada saat sang buah hati sedang pergi main dengan teman-temannya atau sedang mengikuti acara bermalam di sekolah. Orangtua merasa khawatir sesuatu terjadi padanya sehingga membuatnya sedih, luka, sakit atau kecewa.

 

Ilustrasi: www.123rf.com

Banyak sekali hal yang sering membuat orangtua merasa khawatir, beberapa diantaranya adalah khawatir anaknya tidak lulus ujian, khawatir anaknya sulit mendapatkan pekerjaan, khawatir anaknya ada yang menyakiti, khawatir memikirkan masa depan anak, khawatir anak kekurangan uang jajan, khawatir anak tidak mempunyai teman bermain di sekolah dan bahkan ada juga orangtua yang selalu merasa khawatir bila cuaca di luar sedang hujan lebat, mereka khawatir anaknya kehujanan.

 

Kondisi di atas sangat berbeda jika dibandingkan dengan perasaan orangtua zaman dulu. Umumnya para orangtua zaman dulu merasa khawatir terhadap kelangsungan hidup anaknya. Apakah anak mereka mampu bertahan hidup atau tidak, bukan cemas karena takut anak tidak memiliki teman, khawatir anak kehujanan atau khwatir bila sudah besar nanti anaknya sulit mendapatkan pekerjaan.

 

Merasa khawatir pada sesuatu yang mungkin terjadi pada anak adalah wajar, tetapi jika perasaan khawatir tersebut tidak disertai dengan tindakan, tidak akan memberikan manfaat apapun. Khawatir saja tanda tindakan tidak dapat memecahkan persoalan. Oleh karena itu, cobalah untuk tidak merasa khawatir berlebihan kalau memang tidak perlu. Alihkanlah kekhawatiran tersebut dengan cara melakukan sesuatu yang bernilai positif (Janice Fixter, 2006).

 

Daripada perasaan khawatir tersebut terus menerus membuat resah orangtua, lebih baik lakukanlah sesuatu yang positif sebelum perasaan khawatir tersebut terjadi. Misalnya, jika orangtua khawatir anak kehujanan, bekalilah ia payung atau jas hujan, pesankan padanya untuk memakainya jika turun hujan. Apabila orangtua khawatir anak tidak lulus ujian, doronglah ia untuk lebih giat lagi belajar. Begitupun bila orangtua sering merasa khawatir anak tidak memiliki teman di sekolah, ajarkanlah ia tentang bagaimana berakhlak baik (berperilaku sesuai dengan nilai-nilai sosial). Dengan demikian, orangtua tidak perlu lagi merasa khawatir yang berlebihan, karena mereka telah memaksimalkan segala kemampuan untuk menghindarkan hal-hal yang mungkin membuatnya khawatir. Selanjutnya, berdo’a dan bersikaplah tawakal kepada-Nya dan percayalah bahwa Alloh SWT selalu memberikan yang terbaik kepada umat-Nya. (yer).

Berikan Komentar


Dua Buku Fahma+Hania Bikin Animasi&Game Telah Terbit

Bagi Pembaca dan Putra-Putrinya yang jauh dari SKACI, silakan bisa belajar mandiri dengan menggunakan buku ini:
* Foto Dua Buku dan Lokasi SKACI Bandung Dago di Peta
* Informasi mengenai Buku dari Penerbit
rss
rss

Hak cipta semua artikel di web ini adalah milik Yusi Elsiano Rosmansyah, kecuali jika ada penulis lain, namanya akan ditulis secara eksplisit di artikel terkait. Jika Pembaca ingin menggunakan artikel-artikel ini untuk tujuan sosial atau nirlaba (misalnya, buletin yayasan, studi kasus), saya hanya mohon SATU etika akademis saja, yaitu: "CANTUMKAN NAMA PENULIS (Yusi Elsiano Rosmansyah) DAN ALAMAT WEB INI (www.PerkembanganAnak.com)". Mari kita sebarluaskan dan amalkan ilmu pengetahuan dengan bijaksana.