Khawatir…., banyak orangtua merasa khawatir secara berlebihan terhadap anak. Rasa sayang dan cinta orangtua terhadap anak seringkali membuat mereka merasa khawatir, terlebih ketika sang buah hatinya sedang tidak berada di dekatnya, misalnya pada saat sang buah hati sedang pergi main dengan teman-temannya atau sedang mengikuti acara bermalam di sekolah. Orangtua merasa khawatir sesuatu terjadi padanya sehingga membuatnya sedih, luka, sakit atau kecewa.
Ilustrasi: www.123rf.com
Banyak sekali hal yang sering membuat orangtua merasa khawatir, beberapa diantaranya adalah khawatir anaknya tidak lulus ujian, khawatir anaknya sulit mendapatkan pekerjaan, khawatir anaknya ada yang menyakiti, khawatir memikirkan masa depan anak, khawatir anak kekurangan uang jajan, khawatir anak tidak mempunyai teman bermain di sekolah dan bahkan ada juga orangtua yang selalu merasa khawatir bila cuaca di luar sedang hujan lebat, mereka khawatir anaknya kehujanan.
Kondisi di atas sangat berbeda jika dibandingkan dengan perasaan orangtua zaman dulu. Umumnya para orangtua zaman dulu merasa khawatir terhadap kelangsungan hidup anaknya. Apakah anak mereka mampu bertahan hidup atau tidak, bukan cemas karena takut anak tidak memiliki teman, khawatir anak kehujanan atau khwatir bila sudah besar nanti anaknya sulit mendapatkan pekerjaan.
Merasa khawatir pada sesuatu yang mungkin terjadi pada anak adalah wajar, tetapi jika perasaan khawatir tersebut tidak disertai dengan tindakan, tidak akan memberikan manfaat apapun. Khawatir saja tanda tindakan tidak dapat memecahkan persoalan. Oleh karena itu, cobalah untuk tidak merasa khawatir berlebihan kalau memang tidak perlu. Alihkanlah kekhawatiran tersebut dengan cara melakukan sesuatu yang bernilai positif (Janice Fixter, 2006).
Daripada perasaan khawatir tersebut terus menerus membuat resah orangtua, lebih baik lakukanlah sesuatu yang positif sebelum perasaan khawatir tersebut terjadi. Misalnya, jika orangtua khawatir anak kehujanan, bekalilah ia payung atau jas hujan, pesankan padanya untuk memakainya jika turun hujan. Apabila orangtua khawatir anak tidak lulus ujian, doronglah ia untuk lebih giat lagi belajar. Begitupun bila orangtua sering merasa khawatir anak tidak memiliki teman di sekolah, ajarkanlah ia tentang bagaimana berakhlak baik (berperilaku sesuai dengan nilai-nilai sosial). Dengan demikian, orangtua tidak perlu lagi merasa khawatir yang berlebihan, karena mereka telah memaksimalkan segala kemampuan untuk menghindarkan hal-hal yang mungkin membuatnya khawatir. Selanjutnya, berdo’a dan bersikaplah tawakal kepada-Nya dan percayalah bahwa Alloh SWT selalu memberikan yang terbaik kepada umat-Nya. (yer).


