Ulangan sejarah… ulangan geografi… “Buat apa sih aku harus belajar sejarah atau geografi?” itulah pertanyaan yang sering dilontarkan anak remaja setiapkali diminta untuk belajar dan menghafal.
Memang, terkadang orangtua juga suka kebingungan ketika harus menjawab pertanyaan seperti itu. Seringkali para orangtua menjawabnya bahwa belajar dan menghafal itu adalah untuk membuatnya menjadi orang sukses di masa depan. Jawaban seperti itu tentu tidak mudah untuk difahami oleh anak remaja.
Ilustrasi: www.123rf.com
Motivasi belajar anak remaja seringkali menurun, apalagi ditambah dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada dirinya. Ia sering menyimpulkan bahwa belajar dan menghafal suatu mata pelajaran adalah hanya untuk mendapatkan nilai atau tanda lulus. Dalam kondisi seperti ini, peran orangtua untuk meningkatkan motivasi belajar anak adalah sangat penting. Merangsang motivasi belajar anak dari dalam dirinya lebih baik daripada hanya menyuruhnya supaya ia rajin belajar.
Adalah penting menerapkan prinsip AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku?) pada anak (Bobbi:2011) ketika akan mengerjakan sesuatu. Dengan prinsip tersebut ia akan faham dan semakin terpacu untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya. Ia akan tahu manfaat apa saja yang akan ia peroleh dan rasakan ketika ia belajar dengan sungguh-sungguh.
Untuk memotivasi semangat belajarnya, ingatkan kembali kepadanya bagaimana perasaannya ketika ia mendapatkan sebuah prestasi dalam hidup. Kita percaya bahwa setiap orang pasti pernah mencapai sebuah prestasi dalam hidupnya dan kejadian tersebut tentu sangat membahagiakan dirinya. Misalnya, anak merasa bahagia ketika ia dapat membeli sepeda dari hasil menanbung selama tiga bulan, bahagia karena mendapat juara satu di kelas atau merasa bahagia karena mendapat juara lomba bulu tangkis.
Perasaan bahagia biasanya akan tersimpan baik dalam ingatan seseorang, oleh karena itu ajaklah dan pengaruhilah anak supaya ia mampu mendapatkan lagi kebahagiaan tersebut. Dengan memberikan motivasi, mengajak anak untuk dapat mencapai sebuah prestasi dapat membuat anak lebih bersemangat lagi dalam belajar. Kita percaya bahwa setiap orang pasti ingin kebahagiaan yang pernah diraskannya dapat terulang kembali dalam hidupnya.
Contoh: Ketika orangtua ingin memotivasi anak supaya mau belajar, mintalah ia untuk selalu belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga suatu saat nanti ia dapat diterima di sekolah yang terbaik sesuai dengan yang diinginkannya. Terangkan juga padanya bahwa peluang sukses dari sekolah yang terbaik akan lebih banyak dibandingkan dari sekolah lainnya. Aajaklah anak untuk merasakan betapa bahagianya jika ia dapat diterima di sekolah favoritnya tersebut. (yer)



