Salam,
Saudara-saudaraku di seluruh Indonesia…….
Idul Fitri sudah di depan mata....., sedih rasanya ketika saya menyadari telah begitu banyak kesalahan yang pernah diperbuat. Oleh karena itu, saat ini adalah kesempatan yang paling baik untuk mengucap mohon maaf lahir dan batin, selamat Idul Fitri 1429 H. Semoga sejak saat ini sampai selanjutnya kita semua mampu menjaga diri dan hati dari segala hal yang bisa merusak iman dan taqwa kita kepada Alloh SWT. Selain itu, semoga tali silaturahmi di antara kita selalu tetap terjaga....Amin
Sekali lagi mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan yang pernah saya perbuat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Salam bahagia selalu.....
Yusi
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Tuesday, 30 September 2008
Monday, 29 September 2008
Memiliki Anak Cerdas adalah Dambaan Setiap Orangtua
Hanya mengharapkan tanpa mau mendukung atau mengusahakan dengan sungguh-sungguh adalah sesuatu yang sulit untuk dicapai. Seperti halnya yang terjadi pada sebagian banyak orangtua. Mereka pada umumnya hanya mengharapkan anak mereka tumbuh dengan cerdas tanpa mau mendukung dan mengusahakan supaya anak tersebut mampu meraih harapan tersebut. Hal seperti itu tentu akan sulit terealisasikan apalagi jika ditambah dengan sikap orangtua yang selalu membanding-bandingkan antara anak mereka dengan anak orang lain yang lebih baik tingkat kecerdasannya.
Sikap orangtua yang selalu membanding-bandingkan seperti di atas adalah tentu tidak bijaksana. Sikap seperti itu tidak akan mampu mebuat anak menjadi lebih kreatif dan lebih cerdas, tetapi mungkin sebaliknya justru tindakan orangtua seperti itu hanya akan membuat anak semakin tertekan, tidak percaya diri, merasa diri semakin tidak mampu, dan ia pun akan semakin tidak bersemangat untuk menunjukkan kepada orangtua dan lingkungannya bahwa ia mampu melakukan sesuatu yang lebih baik.
Membantu anak supaya menjadi seseorang yang cerdas bukan hanya dengan mengantarkannya ke sekolah yang terkenal atau memberikan makanan yang banyak dan beraneka ragam. Supaya anak dapat tumbuh menjadi orang yang cerdas maka setidaknya perlu orangtua memberikan tiga kebutuhan pokok di bawah ini kepada anak (Soedjatmiko dalam Nutrisibalitacerdas.com,2007), yaitu:
Sikap orangtua yang selalu membanding-bandingkan seperti di atas adalah tentu tidak bijaksana. Sikap seperti itu tidak akan mampu mebuat anak menjadi lebih kreatif dan lebih cerdas, tetapi mungkin sebaliknya justru tindakan orangtua seperti itu hanya akan membuat anak semakin tertekan, tidak percaya diri, merasa diri semakin tidak mampu, dan ia pun akan semakin tidak bersemangat untuk menunjukkan kepada orangtua dan lingkungannya bahwa ia mampu melakukan sesuatu yang lebih baik.
Membantu anak supaya menjadi seseorang yang cerdas bukan hanya dengan mengantarkannya ke sekolah yang terkenal atau memberikan makanan yang banyak dan beraneka ragam. Supaya anak dapat tumbuh menjadi orang yang cerdas maka setidaknya perlu orangtua memberikan tiga kebutuhan pokok di bawah ini kepada anak (Soedjatmiko dalam Nutrisibalitacerdas.com,2007), yaitu:
- Kebutuhan fisik-biolagis misalnya kebutuhan akan ASI, imunisasi, dan kebersihan fisik serta lingkungan.
- Kebutuhan emosi berupa kasih sayang, rasa aman, dan nyaman. Anak sangat mengharapkan dirinya dihargai, diperhatikan, didengarkan keinginan dan pendapatnya.
- Kebutuhan akan stimulasi yang mencakup aktivitas bermain untuk merangsang semua indra, mengasah motorik halus dan kasar, melatih keterampilan berkomunikasi, kemandirian berpikir, dan berkreasi.
Labels:
anak cerdas,
kecerdasan majemuk,
orangtua bijak
Wednesday, 10 September 2008
Kecerdasan Emosional Membawa Anak Menjadi Orang Sukses
Sebagian orangtua mungkin ada yang merasa yakin bahwa hanya dengan IQ yang baik, anak akan memiliki peluang hidup sukses lebih besar. Pernyataan tersebut adalah tidak salah, namun kesuksesan seseorang itu bukan hanya diperoleh dari sisi kecerdasan intelektualnya saja. Seseorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki kecerdasan intelektual dan juga kecerdasan emosional. Salah satu sikap yang dapat digolongkan ke dalam kecerdasan emosional adalah kemampuan bersosialisasi dengan teman atau lingkungan disekitarnya.
Kecerdasan emosional adalah penting dikenalkan dan diajarkan kepada anak sejak dini. Kemampuan anak dalam berempati dan peka terhadap orang lain akan menjadi suatu kebiasaan apabila hal tersebut dipupuk sejak ia masih kecil. Semakin dewasa anak akan semakin peka dan mampu bersikap empati kepada orang lain.
Dalam kegiatan sehari-hari, terutama bagi anak yang belum memasuki usia sekolah maka orangtua dapat mengajaknya jalan-jalan dan bermain ke suatu tempat di mana banyak anak-anak lain berkumpul dan bermain, misalnya di arena permainan. Kesempatan bersosialisasi tersebut sangat baik untuk mengasah kecerdasan emosional anak. Dengan demikian anak sedikit demi sedikit akan memahami nilai-nilai sosial dan moral yang ada di lingkungannya. Di arena bermain anak akan belajar berbagi dan saling tolong. Ia akan semakin memahami bahwa permainan yang ada adalah milik bersama. Selain itu, anak pun akan belajar untuk membiasakan tertib mengantri atau menunggu giliran ketika hendak membeli tiket atau ingin memainkan suatu mainan yang sedang dipakai temannya.
Anak yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan mampu bersikap empati dan peka terhadap orang lain. Dengan sikap empati dan peka terhadap orang lain tersebut diharapkan anak akan mampu bekerja sama dengan pihak lain yang kelak akan membawanya ke pintu sukses dalam berkarir.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dapat orangtua ajarkan kepada anak untuk mengasah kecerdasan emosionalnya tersebut. Beberapa di antaranya adalah mengajarkan anak untuk saling membantu dan berbagi rezeki dengan orang yang tidak mampu, mengajak anak untuk berkenalan dengan teman sebayanya, dan membiarkan mereka bermain bersama menjalin persahabatan dengan teman barunya tersebut (Novaria A. I. & Triton P.B., 2008).
Ada satu hal yang perlu diperhatikan orangtua ketika mengajarkan anak menjalin persahabatan dengan teman sebayanya yaitu mengajarkan kepada anak bagaimana mencari teman yang baik (akhlak baik). Dengan demikian, diharapkan kelak anak tidak akan salah mencari teman atau salah dalam bergaul (yer).
Kecerdasan emosional adalah penting dikenalkan dan diajarkan kepada anak sejak dini. Kemampuan anak dalam berempati dan peka terhadap orang lain akan menjadi suatu kebiasaan apabila hal tersebut dipupuk sejak ia masih kecil. Semakin dewasa anak akan semakin peka dan mampu bersikap empati kepada orang lain.
Dalam kegiatan sehari-hari, terutama bagi anak yang belum memasuki usia sekolah maka orangtua dapat mengajaknya jalan-jalan dan bermain ke suatu tempat di mana banyak anak-anak lain berkumpul dan bermain, misalnya di arena permainan. Kesempatan bersosialisasi tersebut sangat baik untuk mengasah kecerdasan emosional anak. Dengan demikian anak sedikit demi sedikit akan memahami nilai-nilai sosial dan moral yang ada di lingkungannya. Di arena bermain anak akan belajar berbagi dan saling tolong. Ia akan semakin memahami bahwa permainan yang ada adalah milik bersama. Selain itu, anak pun akan belajar untuk membiasakan tertib mengantri atau menunggu giliran ketika hendak membeli tiket atau ingin memainkan suatu mainan yang sedang dipakai temannya.
Anak yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan mampu bersikap empati dan peka terhadap orang lain. Dengan sikap empati dan peka terhadap orang lain tersebut diharapkan anak akan mampu bekerja sama dengan pihak lain yang kelak akan membawanya ke pintu sukses dalam berkarir.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dapat orangtua ajarkan kepada anak untuk mengasah kecerdasan emosionalnya tersebut. Beberapa di antaranya adalah mengajarkan anak untuk saling membantu dan berbagi rezeki dengan orang yang tidak mampu, mengajak anak untuk berkenalan dengan teman sebayanya, dan membiarkan mereka bermain bersama menjalin persahabatan dengan teman barunya tersebut (Novaria A. I. & Triton P.B., 2008).
Ada satu hal yang perlu diperhatikan orangtua ketika mengajarkan anak menjalin persahabatan dengan teman sebayanya yaitu mengajarkan kepada anak bagaimana mencari teman yang baik (akhlak baik). Dengan demikian, diharapkan kelak anak tidak akan salah mencari teman atau salah dalam bergaul (yer).
Tuesday, 9 September 2008
Mohon maaf ....
Assalamu’alaikum,
Pembaca yang setia, saya mohon maaf belum bisa menulis lagi di blog kesayangan kita ini. Sampai akhir bulan ini saya harus mengikuti matrikulasi prapascasarjana di Unpad. Saya akan segera menulis kembali setelah acara tersebut berakhir.
Terimakasih atas perhatiannya dan salam sayang untuk semua anak-anak Indonesia….
Wassalam,
Yusi
Pembaca yang setia, saya mohon maaf belum bisa menulis lagi di blog kesayangan kita ini. Sampai akhir bulan ini saya harus mengikuti matrikulasi prapascasarjana di Unpad. Saya akan segera menulis kembali setelah acara tersebut berakhir.
Terimakasih atas perhatiannya dan salam sayang untuk semua anak-anak Indonesia….
Wassalam,
Yusi
Subscribe to:
Posts (Atom)
