Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Tuesday, 7 October 2008

Menanamkan Kebiasaan Baik

Rumah adalah tempat pertama di mana anak memperoleh ilmu, sedangkan orangtua adalah guru pertama yang memberikan ilmu kepadanya. Di rumah anak dapat belajar tentang banyak hal yang mendasar. Ilmu yang ia peroleh di rumah merupakan fondasi bagi hidup anak di masa depan. Oleh karena itu, orangtua harus selalu mengajarkan, menambahkan, dan memupuk hal-hal yang baik kepada anak sejak ia masih kecil supaya menjadi suatu kebiasaan yang baik sampai ia dewasa nanti.


Di rumah orangtua dapat mengajarkan anak tentang hal-hal yang bersifat formal dan informal. Orangtua dapat mengajarkan anak mulai dari hal-hal yang paling mendasar misalnya tentang bagaimana merawat diri, hidup teratur, disiplin, belajar berbagi, berempati hingga belajar berhitung dan membaca.


Membentuk pribadi anak supaya sesuai dengan harapan orangtua adalah perlu dengan pengasuhan yang baik dan kesabaran. Suatu tempat yang paling baik untuk menciptakan generasi yang berbudi baik, disiplin, dan percaya diri adalah di rumah. Bagaimanapun juga anak tidak mungkin dikurung terus di dalam rumah supaya ia tumbuh menjadi orang yang berbudi baik. Cepat atau lambat anak membutuhkan teman dan bersosialisasi. Untuk itu, supaya anak tetap dapat hidup normal bergaul dengan lingkungannya dan tetap memiliki pribadi yang baik maka orangtua perlu terus memberikan pengasuhan yang terbaik di dalam rumah. Bimbingan, arahan, nasehat, dan kontrol yang sesuai dengan perkembangan anak akan mampu menjaga anak terhindar dari pribadi buruk (yer).


Beberapa perilaku baik yang dapat ditanamkan orangtua kepada anak di rumah misalnya selalu berusaha untuk menciptakan suasana terjadwal pada anak. Suasana terjadwal tidak hanya membentuk kepribadian anak yang teratur tetapi juga mengajarkan kepada anak untuk dapat menghargai waktu. Mengajarkan anak untuk terbiasa memberikan senyum kepada orang lain, senyum yang manis dari anak biasanya mampu mengetuk hati semua orang. Selain itu tanamkan kebiasaan baik kepada anak untuk selalu mengucapkan terima kasih apabila seseorang melakukan atau memberikan sesuatu yang baik kepadanya (Novaria A.I. & Triton P.B, 2008).

2 comments:

kacangijo2107 said...

saya sudah berusaha untuk menanamkan kebiasaan baik pada anak tetapi tetap saja mereka lebih mengadaptasi hal - hal negativ yang me4reka dapatkan dari luar sehingga saya menjadi lebih emosional menghadapi mereka

Fifiet said...

Tulisannya sangat bermanfaat. Boleh saya share ke facebook dan blog saya kan mbak ? Semoga bermanfaat buat yg ikut membaca.

Post a Comment