Sebagian orangtua mungkin ada yang merasa yakin bahwa hanya dengan IQ yang baik, anak akan memiliki peluang hidup sukses lebih besar. Pernyataan tersebut adalah tidak salah, namun kesuksesan seseorang itu bukan hanya diperoleh dari sisi kecerdasan intelektualnya saja. Seseorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki kecerdasan intelektual dan juga kecerdasan emosional. Salah satu sikap yang dapat digolongkan ke dalam kecerdasan emosional adalah kemampuan bersosialisasi dengan teman atau lingkungan disekitarnya.
Kecerdasan emosional adalah penting dikenalkan dan diajarkan kepada anak sejak dini. Kemampuan anak dalam berempati dan peka terhadap orang lain akan menjadi suatu kebiasaan apabila hal tersebut dipupuk sejak ia masih kecil. Semakin dewasa anak akan semakin peka dan mampu bersikap empati kepada orang lain.
Dalam kegiatan sehari-hari, terutama bagi anak yang belum memasuki usia sekolah maka orangtua dapat mengajaknya jalan-jalan dan bermain ke suatu tempat di mana banyak anak-anak lain berkumpul dan bermain, misalnya di arena permainan. Kesempatan bersosialisasi tersebut sangat baik untuk mengasah kecerdasan emosional anak. Dengan demikian anak sedikit demi sedikit akan memahami nilai-nilai sosial dan moral yang ada di lingkungannya. Di arena bermain anak akan belajar berbagi dan saling tolong. Ia akan semakin memahami bahwa permainan yang ada adalah milik bersama. Selain itu, anak pun akan belajar untuk membiasakan tertib mengantri atau menunggu giliran ketika hendak membeli tiket atau ingin memainkan suatu mainan yang sedang dipakai temannya.
Anak yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan mampu bersikap empati dan peka terhadap orang lain. Dengan sikap empati dan peka terhadap orang lain tersebut diharapkan anak akan mampu bekerja sama dengan pihak lain yang kelak akan membawanya ke pintu sukses dalam berkarir.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dapat orangtua ajarkan kepada anak untuk mengasah kecerdasan emosionalnya tersebut. Beberapa di antaranya adalah mengajarkan anak untuk saling membantu dan berbagi rezeki dengan orang yang tidak mampu, mengajak anak untuk berkenalan dengan teman sebayanya, dan membiarkan mereka bermain bersama menjalin persahabatan dengan teman barunya tersebut (Novaria A. I. & Triton P.B., 2008).
Ada satu hal yang perlu diperhatikan orangtua ketika mengajarkan anak menjalin persahabatan dengan teman sebayanya yaitu mengajarkan kepada anak bagaimana mencari teman yang baik (akhlak baik). Dengan demikian, diharapkan kelak anak tidak akan salah mencari teman atau salah dalam bergaul (yer).
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Wednesday, 10 September 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
teerimakasih inspirasinya. tulisan ini benar-benar mengingatkan saya. bukan bermaksud riya, tapi ini jadi ibrah/pelajaran. saya dari kecil dpt prestasi akdemik yang OK, juara 1, nem terbaik, IP pernah 3,79. tapi di suatu waktu merasa stag, dan bosen jadi org baik dan lurus...miskin teman main..semuanya teman organisasi...terstruktur..hanya buku jadi tempat bermain rasa. alhasil, karirku mandeg...menjadi ibu rt yg standar. akhirnya aku bangkit...PR besar untuk menjadi haya anakku lebih pake hati hidupnya.
saya meminta ijin untuk menyimpan beberapa artikelnya ke dalam arsip saya dan untuk itu saya ucapkan terimakasih karena bisa membantu saya.
Post a Comment