Saturday, 9 August 2008

Sikap Orangtua Terhadap Perilaku Usil Anak (1 dari 6)

Memiliki anak lebih dari satu memang akan terasa lebih seru. Ada saatnya kakak beradik rukun dan ada juga saatnya mereka ribut atau saling marah. Ketika kakak beradik rukun, mereka dapat menjalin kerja sama yang baik, saling tolong menolong, dan saling memberi. Mereka akan menikmati permainan yang mereka lakukan dengan penuh tawa dan canda.


Namun, lain kondisinya ketika sikap usil sudah mulai dilakukan oleh salah satu di antara mereka. Biasanya, kakak lebih suka berbuat usil kepada adik. Tetapi, kadang-kadang ada juga kondisi tersebut adalah sebaliknya, sang adik yang lebih banyak berbuat usil kepada sang kakak. Apabila sudah terjadi sikap saling usil seperti itu, tidak akan lama lagi situasi akan berubah menjadi ribut. Keributan tersebut bukan hanya teriakan yang saling membalas, bahkan biasanya akan berujung dengan jeritan dan akhirnya salah satu di antara mereka menangis. Contoh tindakan usil yang sering kita lihat di antara kakak beradik adalah ketika sang kakak tidak memiliki aktivitas lain atau tidak ada teman bermain. Biasanya ia akan dengan mudah membuat usil kepada sang adik. Sikap usil tersebut bisa berupa tindakan kakak mengambil atau merebut mainan adiknya, mengejek atau meledek (mengolok-olok) adiknya supaya menjadi kesal dan marah.


Perlu orangtua fahami, ada beberapa penyebab anak melakukan tindakan usil kepada saudara kandungnya. Di antaranya, pertama ada yang disebabkan oleh perasaan sangat senang dan gemas (positif). Kedua, ada yang disebabkan oleh perasaan bahwa ia ingin mendapatkan perhatian dari orangtuanya, ingin diperhatikan. Ketiga, mungkin saja sang kakak merasa butuh teman dan tidak memiliki aktivitas lain.

0 comments:

Post a Comment