- Tahap pertama (pada saat kelahiran sampai usia enam tahun) adalah tahap di mana anak laki-laki adalah anak yang keberadaannya seakan-akan hanya milik mama atau ’anak mama’, walaupun mungkin peran ayah saat itu sangat besar untuknya. Sasaran dari tahap ini adalah meberikan cinta dan rasa aman yang kuat, dan menghidupkan anak untuk menghadapi kehidupan sebagai pengalaman yang hangat dan diterima baik.
- Tahap kedua mencakup umur antara enam sampai empat belas tahun. Pada saat ini anak laki-laki sudah mulai ingin belajar untuk menjadi seorang laki-laki dewasa, dan semakin memandang pada ayahnya untuk bertingkah laku, walaupun ibunya masih terlibat. Tujuan dari tahap ini adalah mengembangkan kompetensi dan keterampilan sambil mengembangkan kebaikan hati dan kesenangan bermain menjadi orang yang seimbang. Tahap ini adalah usia ketika seorang laki-laki menjadi berbahagia dan aman dengan sifat kelaki-lakiannya.
- Tahap ketiga adalah tahap terakhir ketika anak laki-laki berusia empat belas tahun sampai dewasa. Dalam usia ini anak laki-laki sudah memerlukan seseorang yang mampu memberikan masukan jika ia ingin menyelesaikan perjalanannya menjadi seorang laki-laki dewasa yang utuh. Pada saat ini ayah dan ibu bisa membantunya mencarikan seseorang yang bisa dipercaya dan memiliki pemikiran yang ‘dewasa’ sesuai dengan harapan orangtua. Apabila anak tidak memiliki seseorang selain orangtua untuk bisa diajak berbagi perasaan dan memecahkan masalah yang mungkin timbul dalam dirinya, maka khawatir anak akan bergantung pada teman-teman sepergaulannya yang tidak siap untuk membentuk dirinya. Sasarannya adalah mempelajari keterampilan, tanggung jawab, dan harga diri dengan semakin banyak bergabung dengan masyarakat dewasa.
Tips, ketika anak tumbuh menjadi orang dewasa biasanya sedikit demi sedikit ia akan mulai melepaskan ketergantungannya kepada orangtua. Namun, walau demikian peran orangtua untuk tetap terlibat dalam memberikan saran, masukan, dan arahan kepada anak adalah tetap sangat penting untuk anak supaya anak tetap dapat tumbuh sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu, bagaimanapun orangtua adalah orang yang bisa dipercaya, penuh kasih sayang, dan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak mereka baik di masa sekarang maupun untuk masa depan nanti. Kecil kemungkinan orangtua ingin 'menjerumuskan' anak sendiri. Sebaliknya, orangtua tentu akan selalu berusaha memberikan pemikiran dan nasehat yang terbaik untuk anak (yer). Oleh karena itu, janganlah orangtua melepaskan anak apalagi yang sudah menginjak remaja mencari informasi dan mencurahkan semua perasaannya kepada pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Berikanlah waktu dan kesempatan untuk anak bisa berbicara dan mencurahkan apa yang ia rasakan dan sedang ia fikirkan. Dengan demikian anak tidak akan mencari tempat bergantung kepada orang lain (yer).

0 comments:
Post a Comment