Sering kali anak kecil suka bersikap mau menang sendiri, suka memaksakan kehendak, dan menganggap bahwa segalanya adalah hanya miliknya sendiri sehingga orang lain tidak boleh meminjam atau bahkan menyentuhnya. Ketika keinginannya tidak dikabulkan maka ia akan menangis histeris. Itulah gambaran anak kecil.
Sebenarnya sikap anak seperti itu dapat dikatakan wajar. Orangtua tidak bisa menganggapnya egois seperti halnya jika orang dewasa melakukan hal yang sama seperti di atas. Anak kecil menjadi egois karena dia belum bisa memahami dengan baik sudut pandang orang lain. Sifat egois pada anak biasanya bertahan sampai usia anak sekitar tiga atau empat tahun (Dr. Richard Woolfson, 2007).
Oleh karena itu, janganlah orangtua merasa terlalu khawatir apabila anak berperilaku seperti di atas. Sedikit demi sedikit orangtua bisa mengajarkan kepada anak bagaimana senangnya berbagi dan saling membantu dengan orang lain. Dalam perakteknya, orangtua dapat memberikan contoh kepada anak melalui kegiatan sehari-hari atau melalui permainan drama sederhana bersama anak tentang bagaimana berperilaku baik terhadap teman atau orang lain. Sejalan dengan bertambah usia anak, iapun akan semakin mengerti bahwa berbagi dan saling menolong adalah menyenangkan dirinya dan juga orang lain (yer).
Saturday, 28 June 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment