Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Wednesday, 9 July 2008

Perhatian Orangtua Menghindarkan Anak Dari Tekanan Negatif Teman Sebayanya

Ada kala orangtua merasa tidak percaya ketika menyadari bahwa anak mereka tumbuh menjadi orang yang sangat memprihatinkan. Ia menjadi pembangkang, ikut kelompok sebuah geng, minum obat-obatan terlarang, ugal-ugalan, dan bergaul dengan anak-anak lain yang perilakunya sungguh mengerikan, kasar, pemaksa, dan suka berbohong/menipu.


Situasi orangtua seperti di atas adalah sering kita temukan di lingkungan sekitar kita. Orangtua banyak yang terlena dengan kesibukannya masing-masing sehingga mereka lupa pada kewajibannya yaitu mendidik dan membesarkan anak dengan baik. Akibatnya, anak menjadi korban, ia tumbuh menjadi dewasa tanpa merasakan adanya kedekatan dengan orangtuanya, anak tidak pernah mendapatkan arahan positif, dan ketegasan dari orangtuanya sehingga tumbuhlah pada diri anak perasaan bahwa keberadaannya tidak ada yang peduli, tidak ada orang yang mau memperhatikan dirinya, dan merasa bahwa dirinya tidak berharga.


Apabila di dalam diri anak sudah timbul perasaan seperti di atas maka kondisi anak menjadi sangat rentan. Besar kemungkinan anak akan mencari lingkungan yang dapat menerimanya, yang dapat memberikan perhatian kepadanya, dan lingkungan yang orang-orang di dalamnya selalu memberikan dukungan kepadanya, walaupun seringkali lingkungan tersebut adalah negatif/buruk (yer).


Oleh karena itu, supaya anak tidak mudah terpengaruh oleh tekanan negatif dari teman sebayanya, maka anak harus memliki citra diri yang baik dan juga hubungan keluarga yang kuat. Semakin banyak orangtua melibatka diri dengan anak, semakin anak ingin menyenangkan orangtua. Apabila identitas anak relatif baik, maka anak tidak akan tergantung pada temannya. Berikanlah selalu arahan, perhatian, dan dukungan kepada anak. Dengan demikian, orangtua dapat segera mengantisipasi apabila anak mendapatkan tekanan negatif dari teman-temannya (Ronald C. Heagy MSW, 2006).

3 comments:

Jenny Oetomo said...

Terima kasih sharingya, sangat bermanfaat bagi kami untuk mendidik anak apalagi masih diusia lima tahun, Salam

Yusi Elsiano Rosmansyah said...

Terimakasih atas komentarnya, saya sangat senang...semoga memberikan banyak manfaat terutama untuk si kecil dan keluarga....

hudzaifah said...

artikel-artikelnya bagus banget, banyak tips dan cara menghadapi "perilaku lucu dan rewel"nya si buah hati.


___________________________________
Belanja Buku Islam di http://www.laroci.com

Post a Comment