Friday, 18 July 2008

Mengapa Anak Menjadi ‘Berantakan'?

Sebagian orangtua ada yang merasa tidak percaya bahwa anak yang ketika kecil mereka kenal baik dan cukup pintar sekarang tumbuh menjadi remaja yang ’berantakan’. Mereka sering mempertanyakan apa yang menyebabkan anak mereka menjadi remaja yang tidak bertanggung jawab, tidak disiplin, dan suka melakukan banyak kebohongan sehingga tidak sedikit orang yang ada disekelilingnya menjadi korbannya.


Selain hal di atas, ada juga orangtua yang mempertanyakan tentang sikap anak mereka yang menjadi pembangkang di usia remajanya. Orangtua tersebut mengaku bahwa mereka sebagai orangtua telah mendidik dan menyekolahkan anak ke sekolah yang terkenal. Namun, entah apa penyebabnya anak mereka sampai dengan saat ini menjadi remaja yang suka membangkang dan tidak hormat kepada kedua orangtuanya.


Baik dan buruknya perilaku anak adalah bukan terjadi secara tiba-tiba, tentu melalui proses. Supaya anak dapat tumbuh dengan perilaku baik, sebaiknya orangtua mendidik dan mengarahkan anak sejak ia masih kecil. Dengan demikian, perilaku baik yang sering dijaga dan dipupuk sejak kecil akan menjadi kebiasaan dan terbawa sampai anak dewasa nanti (yer).


Ada beberapa hak yang dapat membuat anak menjadi ’berantakan’, diantaranya adalah karena pengaruh lingkungan negatif yang ada di sekeliling anak dan sikap orangtua kepada anak. Orangtua yang sering mengabaikan anak, orangtua yang tidak berusaha melakukan sesuatu dengan benar untuk anak, orangtua yang meninggalkan anak menjaga dirinya sendiri, dan orangtua yang selalu menghindar ketika secara terang-terangan anak membutuhkan dorongan untuk menuju ke arah yang lebih baik merupakan beberapa hal yang dapat memicu anak menjadi ’berantakan’ ( Glenda Hatchett, 2005).

0 comments:

Post a Comment