Kadang-kadang anak marah kepada orangtua karena sesuatu hal. Misalnya, orangtua lupa melaksanakan janji mereka kepada anak, anak memaksa untuk dibelikan sesuatu, atau orangtua yang terlalu bersikap membela adiknya daripada dia. Apabila orangtua menghadapi anak yang sedang marah shingga mengeluarkan kata-kata kasar dan lancang, janganlah orangtua langsung memukul atau menghinanya. Tindakan tersebut tidak akan meredakan kemarahannya. Bahkan sebaliknya, suasana akan semakin buruk, orangtua dan anak mungkin pada akhirnya akan sama-sama merasakan luka bathin.
Pada umumnya, anak bersikap marah, mengeluarkan kata-kata kotor, atau bersikap tidak sopan boleh jadi karena ia belum tahu bagaimana mengendalikan emosinya dengan baik. Ia belum tahu cara lain untuk membalas sakit hatinya atau rasa tidak senang pada seseorang kecuali dengan mengatakan kata-kata kotor.
Oleh karena itu, janganah orangtua langsung memukul apabila anak marah dan terpaksa harus mengeluarkan kata-kata kotor. Solusi yang baik adalah berikanlah pemahaman kepadanya bahwa apa yang dikatakannya tadi adalah tidak benar dan tidak sopan. Katakan kepadanya, orangtua memahami bahwa ia sedang emosi. Akan tetapi, tidak pantas ia mengucapkan kata-kata kotor kepada orangtua (Adil Fathi Abdullah, 2003).
Kesimpulannya, ketika anak sedang marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, maka hindarkan menghukum secara fisik (memukul) atau pun melukai bathin anak dengan menghina dan membentak. Lebih baik berikanlah pengertian kepadanya dengan saran atau nasehat. Selain itu, ajarkanlah kepadanya bahwa ada cara lain untuk menyelesaikan masalah yang sedang ia alami, misalnya dengan bicara yang baik kepada orangtua, atau mungkin menuliskannya dalam sebuah surat. Dengan demikian, sedikit demi sedikit dengan semakin bertambah usia anak, maka sikap anakpun akan berubah menjadi baik. Semakin ia diingatkan bahwa sikap kasar dan tidak sopan adalah sikap yang salah, maka iapun akan semakin menyadari bahwa perbuatan itu adalah tidak baik. Semakin dewasa, anak pun tidak akan melakukannya lagi (yer).
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Thursday, 24 July 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

3 comments:
Anak saya juga terkadang mengeluarkan kata tidak sopan ketika dirinya merasa sangat marah.Namun, saya sekeluarga tidak pernah mengijinkan memukul kepada anak, terutama bagi pembantu.YAng masih menjadi masalah terhadap anak saya yang pertama (pertama 4 tahun, kedua 1,5 tahun) adalah bahwa dia sangat senang berbuat nakal kepada adiknya sehingga memicu kemarahan kami sebagai orang tua atau pembantu karena bermaksud membela anak kami yang kecil. BAgaimana ya mengatasi pertengkaran antara adik dan kakak yang dapat bersifat adil atau tidak seolah memihak salah satu pihak?Kata-kata marah yang keras sebagai ekspresi marah kepada anak, apakah bisa mempengaruhi kejiwaan anak secara negatif?
Anak saya juga terkadang mengeluarkan kata tidak sopan ketika dirinya merasa sangat marah.Namun, saya sekeluarga tidak pernah mengijinkan memukul kepada anak, terutama bagi pembantu.YAng masih menjadi masalah terhadap anak saya yang pertama (pertama 4 tahun, kedua 1,5 tahun) adalah bahwa dia sangat senang berbuat nakal kepada adiknya sehingga memicu kemarahan kami sebagai orang tua atau pembantu karena bermaksud membela anak kami yang kecil. BAgaimana ya mengatasi pertengkaran antara adik dan kakak yang dapat bersifat adil atau tidak seolah memihak salah satu pihak?Kata-kata marah yang keras sebagai ekspresi marah kepada anak, apakah bisa mempengaruhi kejiwaan anak secara negatif?
Salam,
Ibu, terimakasih atas kunjungan dan pertanyaannya ya.. Saya akan mencoba membahas pertanyaan Ibu tersebut dalam bentuk artikel di blog ini berdasarkan pengalaman pribadi dan teori dari salah satu buku yang pernah saya baca(judul bukunya harus saya ingat-ingat dan di cari kembali, karena bukunya sudah cukup banyak).
Wassalam,
Yusi
Post a Comment