Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Thursday, 10 July 2008

Kesalahan Orangtua Ketika Memberi Makan Bayi

Pembaca yang setia pasti pernah melihat orangtua yang sedang memberi makan bayi dengan meniup-niup makanannya tersebut supaya tidak panas. Perlu orangtua ketahui bahwa tindakan tersebut adalah tidak baik terutama untuk kesehatan bayi. Di dalam mulut orang dewasa tidak dijamin tanpa kuman penyakit. Oleh karena itu, besar kemungkinan ketika meniup-niup makanan tersebut, udara dan cipratan air liur orang dewasa yang ke luar dari mulut akan ikut menyerap ke dalam makanan yang akan diberikan kepada bayi. Akibatnya, kuman tersebut akan ikut termakan oleh bayi sehingga dapat mengakibatkan bayi menjadi sakit (yer).


Selain hal di atas, ada beberapa kesalahan lain yang sering dilakukan orangtua ketika memberikan makan bayi, yaitu;

  1. Bayi disuapi tanpa jeda, sebagian orangtua melakukan tindakan tersebut mungkin supaya makanan yang akan diberikan kepada bayi cepat habis. Selain itu mungkin karena bayi tidak menunjukkan tanda-tanda sudah kenyang. Padahal tindakan orangtua tersebut adalah tidak baik karena perilaku itu dapat membuat bayi tersedak. Sebaiknya, suapilah si kecil ketika makanan yang di mulutnya sudah habis.
  2. Di loloh di mulut, kadang orangtua meloloh makanan yang hendak disantap si kecil. Tujuannya untuk mengetahui apakah makanan itu masih panas atau sudah hangat dan siap dimakan si kecil. Padahal, perilaku tersebut adalah tidak baik. Ingatlah kembali bahwa di dalam mulut terdapat banyak kuman penyakit. Alih-alih si kecil sehat, malah bisa saja ia jadi sakit lantaran kuman di dalam mulut orang dewasa ‘pindah’ tempat ke mulut si kecil (Nakita 398/VIII/18/ November 2006)

0 comments:

Post a Comment