Mungkin di antara kita pernah mendengar anak mengatakan bahwa ‘orangtua tidak menyanginya’. Hal tersebut ia ucapkan karena ia merasa cemburu kepada saudara kandungnya yang dianggap selalu mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang lebih dari orangtua. Mendengar perkataan anak seperti itu orangtua tentu merasa sedih, kecewa, dan ingin berdebat dengannya. Orangtua ingin meyakinkan kepada anak bahwa mereka sangat menyayangi dirinya. Namun, memperdebatkan masalah sayang atau tidak sayang dengan anak dalam situasi seperti itu adalah tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan, mungkin akan semakin menambah buruk suasana. Orangtua boleh jadi marah dan menyalahkan anak karena telah mengatakan yang tidak sesuai dengan apa yang telah orangtua lakukan kepadanya, ingin selalu memberikan yang terbaik kepada semua anak. Begitu juga anak, ia mungkin akan semakin merasa sedih karena orangtuanya ternyata memang tidak memahami perasaannya dan tidak menyayanginya, karena marah-marah.
Ada cara yang cukup efektif untuk menunjukkan kepada anak bahwa orangtua benar-benar menyanginya, yaitu dengan mengatakan bahwa ‘ kamu tahu Nak, ibu/ayah benar-benar menyangimu’. Katakan pernyataan sayang tersebut sesering mungkin pada saat anak tidak menanyakan kepastiannya lagi. Jika anak terus menerus mengatakan bahwa orangtua tidak sayang kepadanya, maka katakan kepadanya bahwa ’itu adalah bukan suatu pernyataan yang perlu didiskusikan, tentu saja ibu/ayah sayang kepadamu Nak, dan kamu juga tahu tentang itu’ (Jacob Azzerad, Ph.D, 2005).
Anak biasanya ingin kepastian dari orang yang sangat ia cintai, yaitu orangtua. Oleh karena itu, berikanlah keyakinan kepadanya bahwa setiap saat orangtua sangat menyanginya. Ucapkanlah kalimat tersebut tidak hanya ketika anak sangat menginginkan jawaban tersebut, tetapi juga pada saat anak sedang tidak mengharapkan keyakinan tersebut. Dengan demikian, anak akan merasa bangga, bahagia dan merasa bahwa dirinya sangat berharga terutama bagi orang yang paling ia cintai, orangtuanya (yer).
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Monday, 7 July 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comments:
makasih untuk petunjuknya tp sayang aku blom nikah dan punya anak he..he..heh
Post a Comment