Sering kali orangtua merasa frustrasi ketika menghadapi anak perempuan mereka yang selalu menentang apabila ia diminta untuk melakukan sesuatu. Begitu juga ketika orangtua menghadapi anak laki-laki yang cenderung suka lupa ketika ditugaskan untuk mengerjakan suatu pekerjaan.
Adalah tindakan yang bijaksana apabila orangtua mampu mengendalikan emosi atau marah pada saat anak bersikap seperti di atas (menentang dan mudah lupa). Ketahuilah terlebih dahulu perbedaan yang terdapat pada pribadi anak laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, orangtua dapat mengerti dan mendukung apa yang diinginkan oleh masing-masing anak (yer).
Pada umumnya, ketika anak perempuan menentang permintaan orangtua, sebenarnya ia sedang membutuhkan perhatian dan pengertian yang lebih banyak. Untuk itu, berbicara dan dengarkanlah keluhannya. Dengan cara seperti itu seorang anak perempuan akan merasa lebih lega dan merasa beban yang ada pada dirinya berkurang. Sedangkan anak laki-laki biasanya apabila kondisinya sedang tertekan maka ia akan cenderung pelupa. Ia akan melupakan segala pesan yang memberi tekanan kepadanya. Oleh karena itu, hindarkan bersikap marah kepada anak untuk menuntut supaya ia menjadi patuh dan menuruti permintaan orangtua. Tindakan negatif seperti itu akan memberikan suatu pesan yang penuh tekanan kepada anak. Ketika anak laki-laki merasa hidupnya penuh tekanan, maka ia akan cenderug melupakan permintaan yang diberikan kepadanya.
Kesimpulannya, untuk menghindarkan anak perempuan menentang permintaan orangtua, maka berikanlah perhatian dan pengertian terlebih dahulu kepadanya. Berikanlah kesempatan kepadanya untuk membicarakan sikap menentangnya tersebut. Dengan demikian lambat laun sikap menentang pada anak akan semakin memudar, iapun akan segera dapat bekerja sama lagi dengan orangtua. Sedangkan pada anak laki-laki, supaya anak laki-laki dapat mengingat dan melakukan apa yang orangtua minta kepadanya, maka orangtua perlu membimbingnya dengan cara positif. Hindarkanlah meminta anak untuk melakukan sesuatu dengan cara emosi atau marah-marah kepadanya. Lebih baik ajukanlah permintaan positif kepadanya, bukan menuntut misalnya jika orangtua ingin anak membereskan kamar tidurnya maka katakan kepadanya ’Ade, maukan menolong mama membereskan tempat tidurnya sekarang....’ bukan dengan kalimat seperti ini, ’Gimana sih.. kamar berantakan seperti kandang ayam, ayo cepat bereskan kasur, rapikan buku-bukunya, dan simpan semua mainan itu ke tempatnya!’ Perlu diingat apabila seorang anak laki-laki lupa, itu selalu bukan salahnya. Ia hendaklah dianggap sewajarnya lupa terutama pada waktu ia menerima pesan penuh tekanan yang mendorong-dorong dia untuk mengingat (John Gray, Ph.D., 2004) .
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Tuesday, 17 June 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
ini ditinjau dari cara berpikirnya ya? perempuan dengan hatinya, makanya menentang. laki2 dengan otaknya, makanya dia lupa??
dapet sumber dari mana mbak? judul bukunya apa? apakah ada versi soft copynya?
Salam bahagia,
Terimakasih atas kunjungan dan pertanyaannya. Artikel tersebut saya ambil dari buku yang berjudul Children Are from Heaven penulisnya John Gray, Ph.D.
Selamat menikmati buku tersebut ya...
Hormat saya,
Yusi
Post a Comment