Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Wednesday, 2 April 2008

Peran Orangtua dalam Mengembangkan Potensi Anak

Di bawah ini adalah beberapa peran orangtua dalam rangka membantu anak mengembangkan potensinya, di antaranya (Wiwien Dinar Pratisti, 2008):

  1. Saat yang paling tepat untuk mengembangkan potensi anak adalah ketika ia berusia 6 bulan sampai dengan 2 tahun.
  2. Anak yang paling kompeten memiliki hubungan yang dekat dengan orang-orang di sekitarnya, terutama pada bulan-bulan awal setelah kelahiran.
  3. Kualitas waktu kebersamaan antara anak dan orang tua lebih penting dibandingkan dengan kuantitas; peran pengganti orang tua dibutuhkan untuk memberikan pengalaman sosial.
  4. Memberikan bantuan di saat yang tepat.
  5. Memberikan kesempatan untuk memperoleh perhatian.
  6. Memberi pengarahan dan dukungan terhadap aktivitas anak.
  7. Sering mengajak berkomunikasi untuk mengembangkan kemampuan bahasa pada anak.
  8. Memberikan keleluasaan bagi anak untuk bergerak secara bebas.
  9. Memberi kesempatan pada anak untuk melihat secara luas berbagai informasi yang berasal dari lingkungan.

1 comments:

Dania Siska said...

mba, saya mahasiswa arsitektur yang sedang mengerjakan skripsi. tugas saya adalah membuat museum anak dengan konsep seperti kidzania betemakan eduksi, seni dan budaya. bagaimana pendapat mba ttg adanya fasilitas anak seperti itu. dan menurut mba apakah yg mendorong pihak perencana membangun sebuah tempat spt itu? terimaksi.

Post a Comment