Masih banyak orangtua di lingkungan kita yang merasa sulit menjawab apabila anak mereka bertanya tentang sesuatu hal yang ada hubungannya dengan seks. Dalam menanggapi pertanyaan terbut ada sebagian orangtua yang lebih memilih diam, mengalihkan pembicaraan tersebut pada hal lain, atau bahkan melarang anak bertanya tentang seks. Banyak alasan yang melatarbelakangi orangtua sehingga mereka tidak mampu menjawab pertanyaan anak seputar seks. Di anataranya, adanya perasaan tabu apabila berbicara seks dengan anak. Ada juga sebagian orangtua yang merasa khawatir apabila anak mereka banyak mengetahui tentang seks, maka ia akan bereksperimen melakukan seks secara tidak tepat.
Sejatinya, perlu orangtua sadari bahwa memberikan informasi tentang seks kepada anak adalah penting dan bermanfaat. Hal tersebut terutama untuk kehidupan anak di masa yang akan datang. Ketika anak mengetahui seks berdasarkan ilmu pengetahuan yang diterangi oleh nilai moral. Maka, anak akan megetahui bagaimana sebaiknya ia bereaksi terhadap lingkungannya. Selain itu, pendidikan seks juga akan ikut menentukan bagaimana ia menjadi orangtua di kemudian hari dan bagaimana ia kelak menjadi suami atau istri yang dapat membina keluarganya dengan harmonis dalam sebuah keluarga yang utuh (Esti Wuryani Djiwandono, 2004).
Dalam peraktiknya, membimbing dan memberikan informasi tentang seks kepada anak tentu harus disampaikan dengan cara yang baik dan pada waktu yang tepat. Yaitu, sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan kematangan usia anak. Misalnya, terkadang anak usia empat tahun dengan polosnya ia bertanya ‘Kok nenen Ibu lebih besar dari Ade?’. Maka, orangtua bisa menjelaskan kepadanya bahwa setiap perempuan ketika dewasa nanti maka nenennya akan tumbuh menjadi lebih besar, begitu juga dengan nenen Ade. Tetapi, Ade tidak usah takut, karena itu akan terjadi pada semua perempuan, dan itu adalah tidak akan apa-apa (biasa).
Hindarkanlah perasaan tabu untuk menjawab pertanyaan anak seputar seks. Rasa ingin tahu anak terhadap seks boleh jadi sangat kuat. Sehingga dikhawatirkan apabila rasa ingin tahu anak tersebut tidak terpenuhi dengan baik. Dikhawatirkan ia akan mencari informasi tersebut dari buku-buku, media, atau orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Anak yang mengetahui iformasi tentang seks dengan baik dan benar diharapkan akan mampu menjaga, merawat, dan memperlakukan dirinya dengan baik. Selain itu, orangtua yang mampu membimbing dan memberikan informasi tentang seks kepada anak secara tepat. Maka, akan menghindarkan anak dari perilaku coba-coba terhadap seks. Anak akan memahami bahwa dengan melakukan seks tidak pada waktu dan tempat yang baik, maka akan merugikan dirinya dan menghancurkan masa depan dirinya sendiri dan juga orangtua (semua fihak) (yer).
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Tuesday, 1 April 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment