Tuesday, 25 March 2008

Menyikapi Anak yang Jarang Provokatif

Anak yang biasa berperilaku baik biasanya akan jarang sekali melakukan perlawanan kepada orangtua. Ia akan cenderung selalu menurut pada apa yang dikatakan orangtuanya. Namun, anak seperti ini biasanya akan leih sensitif terutama ketika ia sedang mendapatkan teguran atau dimarahi. Apabila ia dimarahi maka ia akan lebih memilih untuk pergi dan menyendiri.


Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika orangtua menanggapi perilaku anak yang tidak biasanya, diam tanda marah atau kecewa. Karena, mungkin saja ia memilih diam karena merasa kecewa oleh sikap atau ucapan orangtuanya. Misalnya, orangtua lupa memenuhi janji yang pernah mereka ucapkan kepada anak. Menyikapi perilaku anak seperti itu, maka bersikaplah orangtua sabar, tidak lekas marah. Tanyakanlah baik-baik karena biasanya anak tipe ini tidak akan diam tanpa sebab. Berikanlah dukungan kepadanya untuk mau menceritakan apa yang menyebabkan iamenjadi diam (yer).


Apabila orangtua sudah mengetahui apa yang menyebabkan anak menjadi diam dan ternyata semua itu akibat kesalahan atau kekhilapan orngtua. Maka, segeralah meminta maaf keadanya. Berikanlah penjelasan kepadanya dengan cara yang baik, bukan malah sebaliknya orangtua marah karena anak ’ngambek’ dengan cara diam. Anak yang merasa dirinya diterima dan dimengerti mungkin akan jauh lebih bisa mengendalikan keinginannya untuk berontak, membandel, dan melawan (provokatif) (Don Fleming & Mark Ritts, 2007).

0 comments:

Post a Comment