Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Saturday, 29 March 2008

Mengasuh Adalah Lebih Baik Daripada Membentuk

Terdapat suatu analogi semaian. Yaitu, anak-anak adalah ibarat pohon kecil hijau yang ditanam di taman. Sepintas semuanya tampak mirip, tetapi ternyata mereka itu terdiri dari beraneka jenis tanaman. Boleh jadi di antara tanaman itu ada pohon ek, pohon pinus, dan pohon apel (Linda & Richard Eyre2006). Begitu juga yang terjadi pada anak. Orangtua bijaksana tentu tidak akan memperlakukan atau meminta agar anak yang satu dengan lainnya memiliki karakter dan kemampuan yang sama. Misalnya, karena anak yang satu memiliki kecerdasan di bidang matematika, maka orangtua memaksakan anak yang lainnya agar menjadi orang yang pintar di bidang yang sama. Maka, orangtua tersebut mendaftarkan anak mereka ke tempat kursus matematika. Padahal, anak yang dikursuskan tersebut belum tentu berminat menjadi orang yang pintar atau ahli dalam bidang matematika.


Anak yang dipaksakan supaya dapat mengikuti apa yang diinginkan atau dicita-citakan orangtua akan khwatir menjadi orang yang tidak bahagia atau tidak optimal di bidang tersebut. Sebaiknya orangtua tidak membentuk karakter atau kemampuan anak menjadi seperti seseorang yang sesuai dengan keinginan orangtua. Anak akan tumbuh maksimal jika orangtuanya tidak membentuknya, melainkan mengasuhnya. Maksudnya, penting bagi orangtua mencari tahu karakter seperti apa yang dimiliki oleh masing-masing anak tersebut, kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh anak tersebut untuk menunjang kemampuan yang dimilikinya, serta, pendekatan seperti apa supaya anak tersebut dapat tumbuh optimal, percaya diri, disiplin, dan mampu mengembangkan kemampuan dirinya dengan baik.


Seperti halnya dalam suatu analogi semaian di atas. Bahwa, setiap tanaman adalah berbeda. Maka, supaya mendapatkan tanaman yang cantik, berbuah manis, dan tumbuh dengan baik. Pemilik tanaman tersebut harus merawatnya, bukan membentuknya. Yaitu, megetahui karakter tanaman tersebut, termasuk jenis tanaman apa, berapa pasokan air yang diperlukannya. Bukan sebaliknya, misalnya tanaman mawar dibentuk atau diperlakukan seperti memperlakukan tanaman pinus. Bila hal itu terjadi, maka boleh jadi tanaman tersebut rusak tidak sesuai harapan (yer).

0 comments:

Post a Comment