Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Wednesday, 30 January 2008

Tidak Permisif dan Tidak Menghukum

Di masa lalu, memberikan hukuman kepada anak dengan cara memukul, menyiksa, dan mempermalukannya di depan orang lain dapat membuat anak menjadi takut dan mau menurut pada apa yang dikatakan oleh orangtua. Tetapi, di masa sekarang sikap anak sudah berbeda. Anak yang diperlakukan kasar oleh orangtuanya akan balik berbuat kasar kepada orangtuanya. Ia akan bersikap memberontak dan melawan jika ia diperlakukan dengan kasar.


Karena sikap anak telah berubah, perlahan gaya kasar mendidik yang biasa mereka lakukan mulai ditinggalkan. Namun, setelah mereka tahu bahwa mendidik anak dengan cara kekerasan adalah tidak baik. Sekarang mereka bingung, harus menggunakan cara yang seperti apa agar anak tetap terkendali tetapi tidak menggunakan hukuman atau kekerasan.


Salah satu akibat dari keterbatasan ilmu yang dimiliki orangtua, sebagian dari mereka ada yang menggunakan sikap permisif sebagai cara untuk mendidik anak. Orangtua seperti itu akan menghindarkan memberikan hukuman kepada anak walaupun sang anak melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya (tidak sesuai dengan nilai sosial).


Padahal, sikap permisif yang dilakukan oleh orangtua seperti di atas adalah juga tidak baik. Sebab, tindakan orangtua seperti itu dapat membuat anak menjadi manja dan sulit dikendalikan. Dengan demikian maka anak akan memegang kendali atas orangtua. Jika anak menginginkan sesuatu maka orangtua menjadi tidak berdaya menghadapi amukan dan pemberontakan yang dilakukannya. Apabila, hal seperti itu dilakukan anak terus menerus, anak mengendalikan orangtua. Maka, anak akan mendapatkan kesulitan dalam menjalankan hidup.


Bagaimanapun kebutuhan anak telah berubah, tetapi ia tetap memerlukan orang yang dapat mengendalikan dirinya. Anak adalah tetap anak. Ia adalah orang yang belum banyak mendapatkan pengalaman hidup. Oleh karena itu, ia masih banyak membutuhkan arahan serta nasehat dari orangtuanya. Supaya kelak ia menjadi orang yang dapat diterima oleh lingkungannya.


Memberikan kebebasan atau kekuasaan kepada anak adalah tidak salah. Misalnya, membebaskan anak meminta lebih apa yang ia inginkan, memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan suatu kesalahan, membebaskan anak untuk berkata ’tidak’, dan membiarkan anak memiliki emosi negatif. Tetapi, orangtua harus tetap memegang perinsip bahwa kendali selalu ada di pihak mereka.


Dalam menjalankan tugas mendidik anak, hindarilah orangtua bersikap permisif dan terlalu keras dalam menghukum anak. Sebab, sikap permisif yang dilakukan orangtua kepada anak hanya akan membuatnya menjadi manja dan mengambil kendali dari orangtua. Sedangkan membesarkan anak dengan hukuman atau kekerasan akan menghambat perkembangan wajar anak. Selain itu, kekerasan akan membuat pekerjaan orangtua dalam menjalankan tugas membesarkan anak menjadi kurang memberi kebahagiaan (John Gray Ph.D, 2004).


Kesimpulannya, perlakukanlah anak dengan baik dan hormat sebagaimana orangtua memperlakukan orang dewasa. Hindarilah sikap permisif dan melakukan tindakan kekerasan kepada anak. Gunakanlah cara mengasuh anak secara positif. Seperti, memberikan waktu menyendiri untuk anak yang sulit diatur atau suka mengamuk, memberikan pujian dan hadiah atas tindakan positif anak, mengganti kalimat menyuruh dan menuntut dengan kalimat 'meminta'. Dengan pendekatan seperti itu, biasanya anak akan lebih mudah memahami perasaan dan keinginan orangtua. Ia akan mudah diarahkan dan diajak bekerja sama (yer).

0 comments:

Post a Comment