Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Saturday, 19 January 2008

Pengaruh Orangtua yang Asyik dengan Dirinya Sendiri Terhadap Perilaku Anak

Tipe orangtua bermacam-macam, salah satunya adalah tipe orangtua yang terlalu asyik dengan dirinya sendiri. Orangtua tipe ini menurut Don Fleming dan Mark Ritts (2007) biasanya akan cenderung mau mendengarkan anak hanya ketika ada sesuatu yang tidak beres. Dalam segala hal yang terlihat baik-baik saja, pikiran mereka berada di tempat lain. Orangtua tipe ini cenderung mengacuhkan kebutuhan anak akan nasehat, perhatian, dan empati. Sebaliknya, orangtua seperti ini akan lebih menyenangkan dirinya sendiri. Misalnya, sibuk dengan perhiasan, membaca berbagai media cetak, dan menonton sinetron.


Sejatinya, anak menginginkan keberadaan orangtua adalah untuk mereka. Sikap orangtua yang terlalu asyik dengan dirinya sendiri terkadang membuat anak akan bersikap sama seperti yang dilakukan oleh orangtuanya. Dengan sikapnya seperti itu akan membuat anak menjadi sulit beradaptasi dengan orang yang ada di lingkungannya. Sebab, iapun akan cenderung asyik dengan dirinya sendiri. Ia menjadi anak yang tidak peduli dan tidak empati terhadap orang lain.


Salah satu faktor yang dapat mendukung anak agar dapat belajar berhubungan dengan orang lain adalah orangtua. Apabila orangtua sering merasa asyik dengan diri sendiri maka segeralah mencoba untuk selalu menyisihkan waktu untuk anak minimal lima belas menit atau setengah jam setiap hari. Bersikaplah fokus ketika sedang berinteraksi dengan anak. Hal ini baik untuk memberi kesempatan kepada anak mengungkapkan perasaan dan masalah yang penting untuk didiskusikan. Dengan cara seperti itu, anak akan merasakan keberadaan orangtua adalah untuknya (yer).

0 comments:

Post a Comment