Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Friday, 18 January 2008

Orangtua dan Anak yang Aktif

Sebagian anak ada yang memiliki perilaku yang sangat aktif. Biasanya anak seperti itu akan cenderung selalu bergerak dari satu titik ke titik lain dengan berbagai macam kegiatan. Ia akan mendapatkan kesulitan jika diminta untuk tetap duduk dalam waktu yang cukup lama. Apabila seseorang bertanya kepadanya, adakalanya ia tidak memberikan perhatian kepada pertanyaan tersebut. Namun, menurut Don Fleming dan Mark Ritts (2007) mengatakan bahwa sikap anak seperti itu biasanya bukan berarti ia suka membantah, itu karena ia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.


Bagi orangtua, ada situasi di mana mereka akan merasa sangat pusing, lelah, dan jengkel ketika menghadapi anak yang aktif. Di antaranya adalah ketika mereka sedang membawanya ke supermarket atau ke tempat umum. Anak itu biasanya akan sulit untuk diam dan tetap berada di dekat orangtua. Ia akan lebih senang berlari-lari dan kadang-kadang bersembunyi sehingga membuat orangtuanya merasa panik. Bagi orangtua yang memiliki anak aktif seperti itu, sebaiknya memberitahu apa yang diharapkan mereka dari dirinya sebelum berangkat bersama ke tempat umum. Misanya, katakan kepadanya secara spesifik bahwa ia harus selalu berada di dekat orangtua. Apabila ia pergi berlari dan meninggalkan orangtua maka mereka tidak akan memenuhi janji untuk membelikannya ice cream. Dengan cara seperti itu maka anak diharapkan dapat belajar mengontrol dirinya.


Orangtua yang memiliki anak yang aktif sebaiknya mengantarkan anak mereka ke tempat yang dapat menyalurkan energinya. Misalnya, mendaftarkan anak ke sekolah sepak bola atau karate. Biasanya anak seperti ini tidak akan banyak mengeluh, ia bahkan akan bersemangat dan merasa senang dengan kegiatan fisik tersebut (yer).

0 comments:

Post a Comment