Di zaman sekarang, kebanyakan orangtua tidak memiliki cukup waktu untuk anak. Sebagian mereka ada yang sulit menyediakan waktu untuk anak karena sibuk dengan pekerjaan di kantor. Selain itu, ada juga orangtua yang sibuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan diri sendiri sehingga waktu untuk anak menjadi tersita.
Padahal, perlu orangtua sadari bahwa memberikan waktu kepada anak adalah sangat penting. Semakin banyak orangtua memberikan waktu bersama anak, semakin erat ikatan bathin anak kepada orangtua. Anak yang bathinnya sudah menyatu dengan orangtua biasanya akan lebih mudah mengerti dan memahami perasaan orang tuanya. Ia akan cenderung lebih patuh. Dengan demikian, tugas orangtua mengasuh dan mengarahkan anak akan menjadi terasa lebih ringan.
Salah satu cara agar orangtua dapat lebih banyak menciptakan waktu untuk anak adalah mengetahui terlebih dahulu kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh anak. Sebab, apabila seorang ayah tidak tahu apa yang dapat ia lakukan untuk membantu anak. Maka, ia sering tidak berbuat apa-apa. Dan, apabila seorang ibu tidak sadar akan apa yang dibutuhkan anak. Maka, ia akan semakin sering membuat hal-hal lain menjadi lebih penting (John Gray Ph.D, 2004). Sehingga, orangtua yang tidak mengetahui kebutuhan anak seperti itu akan menempatkan waktu untuk anak menjadi prioritas yang paling rendah.
Sejatinya, perlu orangtua ketahui bahwa anak tidak hanya membutuhkan materi saja. Tetapi, hal lain yang sangat penting bagi anak adalah terpenuhinya kebutuhan rohani. Misalnya, kebutuhan akan perhatian, nasehat, pengertian, kasih sayang, dan cinta dari orangtuanya.
Kesimpulannya, orangtua yang mengetahui banyak tentang kebutuhan anak tentu akan lebih termotivasi untuk menciptakan lebih banyak waktu bersama anak. Sebab, dengan menyediakan lebih banyak waktu bersama anak. Maka, orangtua akan merasakan lebih ringan dalam menjalankan tugas mengasuh dan mendidik anak. Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa anak yang telah terpenuhi dengan baik kebutuhannya maka akan cenderung membuat anak tersebut menjadi lebih patuh terhadap orangtuanya. Ia akan lebih mudah bersikap kooperatif dan memahami perasaan orang lain, terutama orangtuanya (yer).
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Tuesday, 29 January 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment