Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Monday, 14 January 2008

Mengajak Anak ’Bekerja sama’

Oleh: Yusi elsiano Rosmansyah

Bagi sebagian orangtua yang memiliki anak lebih dari satu biasanya mengalami kesulitan ketika mereka mengajak anak untuk ’bekerja sama’. Contohnya, ketika orangtua meminta anak-anak untuk memakai sabuk pengaman di dalam mobil. Ada kemungkinan di antara anak ada salah satu yang menolak permintaan orangtua tersebut.


Menyikapi perilaku anak seperti di atas, tetaplah orangtua bersikap tenang dan tidak marah-marah kepadanya. Ada cara jitu menghadapi anak yang suka menolak tersebut yaitu dengan cara memuji anak lain yang mau mendengarkan dan melakukan pemintaan orangtua (memakai sabuk pengaman).


Berikanlah pujian kepada anak yang menuruti permintaan orangtua. Tetapi dengan catatan tidak membandingkan dan tidak menyakiti hati anak lain yang tidak menuruti permintaan orangtua. Misalnya, sebut saja anak yang memakai sabuk pengaman adalah bernama Rudi. Katakan kepadanya ’wah, hebat ya Rudi sudah memakai sabuk pengaman jadi nanti tidak akan jatuh apabila tiba-tiba saja mobil berhenti mendadak ya...’. Terlihat dari pernyataan tersebut orangtua tidak membandingkan antara anak yang satu dengan anak lainnya. Mereka hanya memuji perilaku Rudi supaya dapat mempengaruhi anak lain yang menolak untuk diajak ’bekerja sama’ menjadi tertarik dan mau melakukan permintaan orangtua. Pada umumnya, anak-anak akan merasa senang apabila mendapatkan pujian. Oleh sebab itu, dengan memuji anak yang lain boleh jadi anak yang menolak (tidak mau bekerja sama) mengubah sikapnya menjadi positif (mau melakukan apa yang diharapkan orangtua).


Salah satu tujuan memuji anak yang mau 'bekerja sama' adalah agar anak yang menolak dapat mendengar pujian tersebut. Sehingga ia dapat mengubah penolakkannya tersebut dengan melakukan apa yang orangtua inginkan. Salah satu hal yang penting orangtua ingat apabila anak sudah mengubah sikapnya menjadi positif yaitu menyegerakan memberikan perhatian positif. Yaitu, dengan memuji atau mengucapkan terima kasih kepadanya.


Sejatinya, ada lima langkah yang perlu dilakukan orangtua ketika menghadapi salah satu anak yang tidak dapat diajak ’bekerja sama’ atau menolak keinginan orangtua (Cynthia Whitham, MSW, 2003), di antaranya adalah:

  1. Ketika orangtua melihat satu anak melakukan sesuatu yang kita sukai maka pujilah dia.
  2. Jika anak berbuat sesuatu yang tidak kita sukai tetapi tidak terlalu mengganggu maka abaikanlah perilaku itu.
  3. Carilah dan temukan seorang anak yang melakukan sesuatu yang kita inginkan (bekerja sama), kemudian,
  4. Pujilah anak yang dapat diajak bekerjasama tersebut, sambil masih mengabaikan perilaku buruk anak tadi.
  5. Tunggu dan pujilah segera setelah anak yang menolak tadi mengubah perilakunya.

1 comments:

yanti bundanya naila said...

euleuh Ceu Yusi.. lagi browsing2 cari artikel tentang anak, ga taunya ketemu Yusi di sini. salut deh, blog dan tulisan2nya bermanfaat banget. kalo sempet mampir2 ya ke blog saya yang.. aduh.. meni ga ada apa2nya.. hehehehe...

Post a Comment