Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Thursday, 17 January 2008

Memberi Toleransi Waktu Kepada Anak dengan 'Pemberitahuan'

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar orangtua sering tidak menyadari bahwa permintaan yang dilakukan oleh mereka kepada anak untuk segera menghentikan apa yang sedang ia lakukan (menonton, bermain, membaca) dan memintanya untuk segera melakukan suatu tugas lain telah membuat anak merasa kesal, marah, dan jengkel. Anak yang diinterupsi ketika ia sedang asyik mengerjakan sesuatu kemungkinan besar akan marah dan bahkan menolak apa yang dikatakan oleh orangtuanya.


Situasi seperti di atas adalah wajar. Sebab siapapun orangnya, baik orangtua, remaja, maupun anak-anak tidak akan merasa senang jika secara tiba-tiba ia disuruh menghentikan aktifitasnya dan segera melakukan tugas yang lain. Oleh karena itu, agar anak terhindar dari perasaan negatif seperti di atas dan iapun merasa senang untuk melakukan apa yang diminta orangtuanya. Maka, sebelum waktunya tiba untuk melakukan tugas yang lain, orangtua perlu memberitahu anak tentang waktu dan kegiatan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


Contoh kasus, orangtua ingin anak segera melakukan salah satu tugasnya yaitu membereskan tempat tidur. Tetapi, tampaknya sang anak sedang asyik menonton TV. Maka, tindakan orangtua yang baik adalah mengingatkan anak bahwa ia belum melaksanakan tugasnya. Apabila anak masih tetap belum membereskan tempat tidurnya maka berikanlah waktu toleransi kepadanya. Misalnya, dengan cara mengatakan kepadanya bahwa waktu menonton tinggal lima belas menit lagi dan setelah itu ia harus membereskan tempat tidur. Apabila anak melakukan tugasnya sesuai dengan batas toleransi tersebut maka janganlah orangtua lupa mengucapkan terimakasih kepadanya. Yaitu, sebagai salah satu bukti bahwa orangtua sangat mengapresiasi komitmennya.


Untuk itu, dari artikel di atas dapat kita pahami bahwa pemberitahuan merupakan pernyataan yang memberitahu anak bahwa ia harus segera menghentikan kegiatannya dan melakukan hal lain. Pada umumnya, pemberitahuan kepada anak dilakukan selama lima, sepuluh, atau lima belas menit sebelum orangtua ingin anak menghentikan permainannya. Jika waktu toleransi telah tiba, panggilah ia untuk melakukan tugasnya. Dan, jangan lupa berilah pujian jika anak memenuhi panggilan atau permintaan orangtua (Cynthia Whitham, MSW, 2003). (yer)

0 comments:

Post a Comment