Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Tuesday, 15 January 2008

Ketika Orangtua Meminta Anak Melakukan Suatu Tugas, Berikanlah Ia Pilihan

Kadangkala sulit bagi anak menuruti suatu tugas yang diminta orangtua. Misalnya, membuang sampah, memakai sepatu, atau mengganti pakaian sepulang sekolah. Hal tersebut akan semakin sulit terutama jika ia sedang asyik bermain atau melakukan suatu kegiatan yang ia senangi. Pada saat seperti itulah biasanya sang anak menolak permintaan orangtua dengan cara mengeluarkan banyak sekali alasan. Sampai orangtuapun harus berulang-ulang meminta dan memperingatkan dirinya untuk segera melakukan tugasnya.


Menyikapi tindakan anak seperti di atas tentu perlu kesabaran dan kesungguhan orangtua. Janganlah orangtua menyerah begitu saja apabila anak berusaha untuk melalaikan dan menolak permintaan orangtua. Dalam kondisi seperti ini, orangtua perlu memberikan pilihan kepada anak. Misalnya, waktu untuk mandi sore telah tiba namun anak terlihat sedang asyik bermain. Salah satu cara efektif meminta anak untuk segera mandi adalah dengan memberikan pilihan kepadanya. Katakan kepada anak ‘kapan akan mandi, sekarang atau lima menit lagi ke depan?’. Apabila anak memutuskan salah satu pilihannya maka dukunglah pilihannya dengan cara memuji. Namun, apabila ia menolak semua pilihan orangtua maka tanyakanlah kepadanya kapan waktu yang ia inginkan untuk pergi mandi. Jika tawaran anak itu cukup baik maka laksanakanlah.


Tetapi, apabila anak menolak semua pilihan yang diajukan orangtua dan iapun tidak mengajukan pilihan lain maka cobalah untuk mengulangi lagi pilihan pertama tadi sebagai penegasan. Jika ia tetap tidak mau memilih, katakanlah kepadanya bahwa orangtua yang akan memilihkan untuknya. Yang paling penting dalam suasana ‘tawar menawar’ ini adalah lakukanlah dengan sikap tenang dan netral. Janganlah lupa orangtua memberikan pujian kepada anak apabila telah tercapai kata sepakat.


Orangtua yang selalu melatih anak menghadapi berbagai macam pilihan dan sekaligus memberikan kesempatan kepadanya untuk memilih atau memutuskan pilihannya sendiri berarti telah mengajarkan anak hidup disiplin, bertanggung jawab, dan konsekuen terhadap keputusan.


Oleh karena itu, apabila orangtua menginginkan anak melakukan suatu tugas, berilah ia pilihan. Ketika ia memilih, berilah ia pujian. Kalau ia memberikan pilihan ke tiga, terimalah jika hal itu bisa dilakukan. Yang mendasari suatu pilihan adalah pengertian bahwa ia harus memilih untuk bekerja sama. Terakhir, pastikan untuk memujinya jika ia memilih dan melakukan tugasnya (Cynthia Whitham, MSW, 2003).


Kunci, hindarilah memaksakan kehendak kepada anak untuk melakukan suatu tugas dengan cara emosi ataupun kekerasan. Apabila orangtua meminta atau menginginkan anak melakukan suatu tugas berikanlah pilihan kepadanya. Perlu orangtua sadari bahwa sebagian besar anak merasa lebih senang memenuhi permintaan jika mereka diberi kesempatan untuk memilih. Dengan cara diberikan kesempatan untuk memilih maka ia merasa dihargai dan diberikan kebebasan dalam bertindak sesuai dengan pilihannya (yer).

0 comments:

Post a Comment