Ada suatu kebiasaan orangtua di masyarakat kita yang selalu akan melarang apabila anak meminta lebih terhadap apa yang diinginkan olehnya. Misalnya, ingin makanan, mainan, atau perhatian. Pada umumnya, orangtua akan melarang anak mereka untuk meminta sesuatu lebih karena khawatir bahwa kebiasaannya tersebut akan terbawa sampai ia dewasa kelak. Selain itu, merekapun takut kalau anak mereka nanti akan menjadi orang yang serakah dan tidak dapat bersyukur pada apa yang ia miliki.
Kekhawatiran orangtua seperti di atas memang tidak sepenuhnya benar. Sebab, perlu orangtua pahami bahwa memberikan kebebasan meminta lebih terhadap apa yang ia inginkan adalah penting. Sebab, dengan demikian maka kekuasaan bathin anak untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan mempunyai kesempatan untuk berkembang. Setelah dewasa nanti ia tidak akan begitu saja menerima jawaban tidak. Karena, ketika masih anak ia belajar bernegosiasi dan sering memotivasi orangtua untuk memberikan apa yang ia inginkan (John Gray, Ph.D, 2004).
Memberikan kebebasan kepada anak untuk boleh meminta lebih berarti orangtua telah mengajarkan kepadanya tentang kepemimpinan dan kekuasaan dalam kehidupan. Dengan diperbolehkannya ia meminta lebih terhadap apa yang diinginkannya maka iapun mempunyai kesempatan untuk lebih mengembangkan kemampuan dirinya dalam bernegosiasi.
Membebaskan anak dalam hal meminta lebih adalah perlu cara yang tepat. Maksudnya, orangtua harus dapat mengajarkan kepada anak bahwa meminta lebih adalah boleh ia lakukan. Tetapi, pada saat memintanya ia harus tetap menghargai orang lain. Yaitu, tidak dengan cara memaksa melainkan dengan cara negosiasi yang baik. Selain itu, apabila orangtua ingin mengatakan tidak pada apa yang ia minta maka berusahalah menolak tanpa membuatnya menjadi marah. Misalnya, dengan cara memberikan alternatif lain yang anak sukai.
Contoh kasus, anak tetap meminta orangtua membelikannya sebungkus permen. Namun, orangtua tetap tidak setuju karena makan permen secara berlebihan tidak baik untuk gigi. Maka, orangtua dapat memberikan alternatif lain misalnya menawarkan anak membeli atau menyewa film yang ia sukai.
Dengan memberikan kebebasan kepada anak untuk meminta lebih maka ia akan tahu tentang hal-hal apa saja yang dapat ia peroleh secara lebih, dan apa saja yang tidak. Secara perlahan, anakpun akan semakin mahir dalam bernegosiasi. Ia semakin tahu dan hanya meminta lebih pada apa yang ia percaya akan mendapatkan jawaban ya. Apabila ia mendapatkan jawaban tidak setelah bernegosiasi maka biasanya iapun akan mampu menerimanya (yer).
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Wednesday, 23 January 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment