Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Sunday, 20 January 2008

Berdamai Ditengah-tengah Kekuasaan Orangtua dan Anak

Sebagian orangtua ada yang bersikap otoriter kepada anak. Tipe orangtua seperti itu biasanya selalu memegang kendali dan memerintah anak agar selalu patuh dan melakukan apa yang mereka kehendaki. Supaya anak tetap dapat dikontrol dan diperintah maka orangtua tipe ini cenderung melakukan kekuasaan kepada anak baik secara fisik, verbal, maupun emosional (Deborah K Parker M.Ed, 2006). Misalnya, memukul (fisik), mengancam, mengkritik secara kasar (verbal), dan tidak memberi makan atau kebebasan (emosional). Tindakan orangtua seperti itu dilakukan supaya orangtua tetap dalam kondisi ‘menang’.


Pada praktiknya, ternyata bukan hanya orangtua saja yang dapat menggunakan kekuasaan untuk menundukkan sang anak. Begitupun dengan anak, banyak anak yang berperilaku kasar dan bahkan membuat malu orangtua di depan umum dengan cara menggunakan kekuasaannya. Seperti, dengan membuat kekacauan, merusak barang, menangis, dan membangkang. Apabila orangtua dan anak sama-sama sering menggunakan kekuasaan masing-masing maka tidak heran bila pertengkaran di antara merekapun akan mudah terjadi. Situasi tersebut tentu tidak baik apabila sering terjadi dan dibiarkan semakin memanas. Sehingga di antara keduanya saling tidak mau menyapa (saling diam) dan tidak mau peduli dalam waktu lama.


Sebagai salah satu cara untuk meredakan situasi di atas maka sebagai orangtua bijak janganlah menunggu anak membuat suasana menjadi lebih baik. Lakukanlah oleh orangtua terlebih dahulu untuk membuat perubahan menjadi baik. Di antaranya dengan cara terbuka untuk membicarakan saat-saat sulit yang sering terjadi. Dan, hindarilah sikap saling menyalahkan. Lebih baik ciptakanlah suasana penuh dengan saling memaafkan supaya suasana keluarga menjadi bahagia dan menyenangkan kembali (yer).

0 comments:

Post a Comment