Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Tuesday, 22 January 2008

Beberapa Alternatif 'Menyentuh' Anak

Sebagian anak ada yang lebih suka meminta maaf duluan apabila ia telah melakukan suatu tindakan yang membuat kesal dan marah orangtuanya. Ia biasanya akan berusaha melakukan perdamaian dengan cara mendekatkan diri kepada orangtua. Misalnya, mencium, memeluk, dan merangkul orangtuanya. Orangtua bijak tentu akan membalas ‘sentuhan’ anak tersebut sebagai tanda bahwa mereka memaafkan dan tetap mencintai dirinya.


Namun, apabila sesekali orangtua melakukan kesalahan kepada anak sehingga membuatnya marah maka sebaiknya orangtua segera melakukan perdamaian kepadanya. Salah satu cara perdamaian yang disenangi anak adalah dengan ‘menyentuhnya’. Setiap anak tentu senang apabila ‘disentuh’. Pada umumnya, ‘sentuhan’ dapat mengobati luka bathin dan rasa sakit anak.


Menurut Deborah K. Parker M.Ed (2006) ‘sentuhan’ dapat terbagi menjadi dua macam. Yaitu, sentuhan dua arah seperti berangkulan, berpegangan tangan, berjalan bergandengan tangan, dan berjabat tangan. Dan, sentuhan satu arah yang dapat dilakukan orangtua dengan cara sebagai berikut:

  1. Duduk di sampingnya ketika anak sedang menonton TV
  2. Belaian lembut sebagai bentuk sambutan ketika orangtua melihatnya setelah tidak betemu untuk beberapa saat, misalnya sepulang sekolah
  3. Duduk atau berbaring di kamar tidurnya pada jam-jam tidur
Satu hal yang perlu diperhatikan orangtua apabila ’sentuhan’ ditolak anak maka janganlah menyerah. Bersabar dan cobalah terus. Pada titik tertentu anak akan membalas dan menerima niat baik orangtua (yer).

0 comments:

Post a Comment