Tidak selamanya kehidupan anak dipenuhi dengan suasana kebahagiaan dan kegembiraan. Terkadang anak menemui hari yang penuh dengan tantangan dan kendala yang dapat membuatnya menjadi sedih, resah, dan kesal. Pada saat seperti inilah biasanya anak sangat membutuhkan orangtua. Kepada mereka ia ingin mencurahkan segala keluh kesahnya.
Namun sayang, tidak semua orangtua mengerti dan mau menerima keluh kesah anak. Dalam kondisi seperti itu biasanya anak menjadi bersikap kekanak-kanakan sehingga membuat orangtua menjadi kesal. Misalnya, anak menjadi tidak mau pergi ke sekolah karena mengeluh sering diolok-olok teman. Orangtua yang tidak bijaksana mungkin saja menanggapi masalah anak seperti itu hanya sebagai alasan saja karena ia tidak mau sekolah. Orangtua bukannya membantu menyelesaikan masalah anak tersebut tetapi sebaliknya malah memarahi anak.
Tindakan orangtua di atas adalah tidak baik. Orangtua bijak seharusnya mencari tahu terlebih dahulu cerita anak yang sesungguhnya. Bisa saja apa yang dikatakan anak tersebut adalah benar. Orangtua harus membantu anak menyelesaikan masalah itu misalnya dengan memberitahukan hal ini kepada pihak sekolah. Dengan demikian, anak akan mersa aman dan berharga di mata orangtuanya.
Sejatinya, mendengarkan keluh kesah anak adalah hal yang sangat penting. Sebab, dengan mendengarkan apa yang diungkapkan oleh anak berarti orangtua memberikan waktu kepadanya. Anakpun akan terhindar mencari tempat pengaduan lain yang mungkin saja dapat menjerumuskan dirinya.
Oleh karena itu, berbahagialah orangtua apabila mendapatkan anak mau menceritakan segala keluh kesahnya kepada mereka. Sebab, dengan mendengarkan keluh kesah anak maka orangtua dapat segera memberikan solusi yang tepat bagaimana memecahkan masalah hidup yang sedang atau yang mungkin saja terjadi kepadanya. Semua tanggapan, arahan, bimbingan, nasehat, dan pemecahan masalah yang diberikan orangtua kepada anak akan membuatnya menjadi lebih dewasa dalam bersikap. Selain itu, sikap baik orangtua dalam menerima keluh kesah anak akan selalu menjadi kenangan indah bagi dirinya. Anakpun akan mengenang orangtuanya sepanjang masa (Ferdinan M. Fuad, 205). (yer)
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Monday, 24 December 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment