Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Monday, 17 December 2007

Memberikan Waktu Bersama Anak

Banyak orangtua sibuk dengan pekerjaan dan kepentingan pribadi sehingga melewatkan masa kanak-kanak anak mereka. Orangtua seperti ini biasanya sulit meluangkan waktu bersama anak dan keluarga. Mereka pulang ke rumah dengan membawa banyak tekanan dan kondisi tubuh yang sudah lelah. Mereka sudah tidak memiliki energi lagi untuk bersantai atau bermain bersama anak.

Bila kita renungkan, sebenarnya kesempatan bersama anak secara efektif adalah tidak lama. Mungkin hanya sampai anak berusia 6 tahun. Setelah itu, boleh jadi anak akan banyak menghabiskan waktunya bersama teman-temannya di sekolah, tempat bermain, ataupun di tempat-tempat kursus.

Oleh karena itu, manfaatkanlah masa kecil anak dengan sebaik-baiknya. Berikanlah ciuman dan pelukan sesering mungkin sebagai ungkapan bahwa betapa orangtua mencintai dan menyayangi dirinya. Janganlah pernah merasa bosan atau malas untuk bermain dan bercanda bersama anak. Sebab, mungkin kesempatan seperti itu akan sulit untuk diciptakan kembali, terutama ketika anak sudah besar.

Kedua orangtua bekerja adalah tidak salah. Tetapi, jangan sampai kehilangan waktu bersama anak. Sebab, jika orangtua tidak pernah memberikan waktu bersama anak, ia akan merasa tidak diperhatikan. Anak tidak memiliki tempat untuk mencurahkan perasaannya, tidak punya seseorang yang dapat diajak berbicara, tidak mempunyai seseorang yang dapat menentramkan hati dan perasaannya. Bila sudah demikian, anak cenderung mudah terpengaruh oleh sifat dan sikap negatif dari teman atau orang-orang yang berada di luar lingkungannya. Salah satu tindakan negatif yang dilakukan anak akibat kurang perhatian orangtua adalah terjerumus pada obat-obatan terlarang (narkoba).

Intinya, orangtua perlu mengatur waktu sebaik-baiknya agar waktu bersama anak dan keluarga tetap terjaga. Jangan sampai untuk urusan kantor dan arisan orangtua bisa meluangkan waktu berjam-jam. Sedangkan, meluangkan waktu bersama anak dan keluarga sedetikpun orangtua tidak bisa (Maya & Wido, 2006).

Menghabiskan waktu bersama anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah dengan membacakan cerita sebelum tidur, bercanda, saling berbagi perhatian dan kasih sayang. Selain itu, orangtua juga dapat mengajak anak untuk jalan-jalan dan bermain bersama. Hal demikian tentu akan membuatnya merasa senang dan bahagia.

0 comments:

Post a Comment