Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu membutuhkan teman untuk dapat ‘berbagi’ dalam hidupnya. Pertemanan yang terjalin dengan akrab dapat menjadi sebuah persahabatan yang sejati. Hubungan persahabatan bukan hanya terjalin di kalangan anak-anak atau orang dewasa saja. Tetapi, dalam sebuah keluargapun hubungan persahabatan dapat terjadi. Bahkan, mungkin lebih ‘abadi’ apabila dibandingkan dengan persahabatan yang lainnya.
Bentuk persahabatan yang dilakukan oleh orangtua kepada anak dapat dikatakan sebagai persahabatan murni. Karena, hampir segala hal yang diberikan oleh orangtua kepada anak adalah tulus dan tanpa pamrih. Mereka selalu ingin membahagiakan anak dengan berusaha memberikan apa yang dibutuhkan olehnya. Misalnya, di saat anak sedang merasa bimbang atau bingung dalam menjalani hidupnya, orangtua bersedia mendengarkan semua curahan isi hatinya, memberikan arahan, bimbingan, dan dukungan kepada anak dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Dikala anak sedang merasa sedih dan resah karena kegagalan atau mendapatkan suatu kendala dalam hidupnya maka mereka akan berusaha menghibur dan memberikan solusi kepadanya. Begitupun sebaliknya, apabila anak merasa senang karena sesuatu hal maka orangtuapun akan ikut merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh anak.
Menciptakan jalinan persahabatan yang erat antara orangtua dengan anak adalah tindakan yang sangat penting. Dengan demikian, anak akan terhindar dari informasi atau pertimbangan pihak lain yang mungkin saja dapat menjerumuskan dirinya. Selain itu, persahabatan yang akrab antara orangtua dengan anak juga dapat mengubah anak menjadi orang yang bersikap lapang dada. Ia mau menerima nasehat, arahan, dan bimbingan dari orangtua yang menjadi teman karibnya itu. Sebagai upaya untuk menjaga keutuhan persahabatan dengan anak maka penting bagi orangtua menciptakan suasana hubungan yang terbuka, jujur, dan saling percaya. Dengan sikap seperti itu, jarak pemisah antara orangtua dengan anak akan hilang. Kepada orangtuanya anak akan merasa lebih terbuka dan bebas mengungkapkan segala hal yang terjadi pada diri dan perasaannya (Syaikh M. Jamaluddin Mahfuzh, 2007). (yer)
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Saturday, 22 December 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment