Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Tuesday, 30 October 2007

Percaya Diri Membuat Orangtua Bahagia

Sungguh tidak mudah melakukan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Seseorang harus rela mengorbankan waktu untuk hobinya (membaca, nonton, jalan bersama teman), mencapai karier yang lebih tinggi dan bahkan terkadang harus bekerja 24 jam setiap hari (ketika anak masih bayi atau sakit).

Bekerja di rumah memang sering mendatangkan rasa bosan dan kesepian, terutama bagi seseorang yang tidak siap melakukannya. Jenis pekerjaan yang sama dan berulang setiap hari harus ia lakukan, mulai merawat isi rumah sampai mengasuh dan mendidik anak.

Namun jangan khawatir, ada pekerjaan di rumah yang menjanjikan upah yang tak ternilai harganya. Kesempatan itu adalah berhubungan dengan anak. Pekerjaan mengasuh dan mendidik anak dengan cara yang terbaik dapat memberikan banyak manfaat dan kebahagiaan bagi orangtua ketika mereka di dunia maupun di akhirat nanti. Ilmu, niat yang tulus, kesabaran dan kesungguhan dapat membantu anak tumbuh menjadi seseorang yang ‘berkualitas baik’.

Ada alasan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang ketika ia harus tinggal di rumah bersama anak-anak yang masih kecil, yaitu dengan cara menonjolkan ‘sikap positif aku’ (aku mau semuanya untukku, akulah yang terbaik, akulah orang yang paling hati-hati, dan aku ‘menceburkan diri’ (Steve Biddulph,2002)). Maksud dari ‘sikap positif aku’ tersebut adalah:
  1. Aku mau semuanya untukku, orangtua perlu menyadari bahwa sungguh keputusan yang merugikan jika menyerahkan pengasuhan anak yang masih kecil kepada pihak lain. Orang lain yang mendapatkan perhatian dari anak, menyaksikan kecerdasan anak kita, melihat yang pertama kalinya anak dapat berbicara dan berjalan, sementara kita sebagai orangtua harus pontang-panting mencari uang untuk membayar mereka (pengasuh pengganti).
  2. Akulah yang terbaik, orangtua perlu memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengasuh anak. Tidak akan ada yang dapat menggantikan posisi orangtua di mata anak. Cinta, perhatian, dan kasih sayang yang tulus kepada anak hanya dapat diperoleh dari orangtua.
  3. Akulah orang yang paling hati-hati, Orangtua tentu lebih mengetahui bagaimana menjaga anak mereka agar selalu aman, melindungi anak dari perlakuan kasar, dan menjaga perasaan anak. Bersama orangtua anak akan aman.
  4. Aku ’menceburkan diri’, mengasuh anak berarti kita akan mengetahui setiap perkembangannya. Bersama anak orangtua dapat saling memberi perhatian dan kasih sayang. Orangtua yang bekerja di rumah mengasuh anak memiliki keleluasaan mengatur waktu dan irama kerja sendiri.

0 comments:

Post a Comment