Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Saturday, 27 October 2007

Menangani Anak Ngompol

Anak yang sering ngompol memang membuat repot orang dewasa. Tidak jarang orang dewasa merasa kesal dan kehabisan kesabarannya karena terganggu oleh anak ngompol. Kalau sudah begitu, biasanya anak menjadi sasaran omelan dan kemarahan orang dewasa. Sikap seperti itu tentu tidak bijaksana dan harus segera dihindarkan, sebab dengan sikap tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, sebaliknya membuat anak akan merasa tertekan dan semakin sulit untuk mengontrol kencingnya.


Penyebab sulitnya anak mengontrol kencing, ada kemungkinan bukan hanya karena masalah disiplin antara orangtua dengan anak saja, tetapi mungkin juga karena anak memiliki kelainan pada saluran kencing atau infeksi ginjal. Apabila anak berusia lebih dari tiga tahun masih sulit mengontrol kencing (umumnya anak sudah terampil menggunakan toilet dari sejak usia dua sampai tiga tahun), ada baiknya orangtua mengkonsultasikan hal ini dengan dokter.


Namun, apabila secara medis anak dinyatakan normal, hal yang paling penting dilakukan orangtua adalah dengan memberikan sikap positif kepada anak, yaitu:

  1. Memperhatikan perasaan anak. Tidak menyalahkan, mempermalukan, dan mengejek terhadap sesuatu yang anak tidak/belum mampu mengontrolnya (Mathew Huge,2007).
  2. Mengajarkan anak bagaimana menggunakan toilet, tentunya harus dengan kesabaran dan dilakukan secara konsisten.
  3. Mengingatkan dan mengajak anak ke toilet (coba setiap satu jam dan selanjutnya tambahkan waktunya, biasakan anak ke toilet sebelum dan sesudah tidur).
  4. Memotivasi anak dengan memberikan keyakinan bahwa dengan kesungguhan yang besar, ia pasti dapat mengontrol kencing (dapat berhenti dari ngompol).
  5. Sebelum anak dapat berhenti ngompol, upayakan untuk selalu membungkus kasur dengan plastik atau sejenisnya dan menyediakan baju ganti agar mudah menanganinya.

    Semoga niat dan sikap positif orangtua kepada anak yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, pada akhirnya dapat membantu anak tumbuh tanpa ngompol lagi. Amin

0 comments:

Post a Comment