Desakkan ekonomi, status menjadi orangtua tunggal, keinginan orangtua untuk terus meningkatkan karier, dan orangtua yang memang merasa tidak percaya diri dalam membesarkan dan mendidik anak menjadi beberapa alasan penyebab orangtua menyerahkan tugas pengasuhan anak ke pihak lain, yaitu tempat penitipan anak dan baby sitter/pengasuh pengganti di rumah.
Dalam kalangan tertentu, menyerahkan tugas pengasuhan anak kepada pihak lain dipandang sebagai tren orangtua modern yang sukses. Para orangtua seperti itu tidak jarang beranggapan bahwa dengan menyerahkan tugas pengasuhan anak ke tempat penitipan yang bergengsi atau memberikan baby sitter yang terampil, berarti orangtua telah menyenangkan dan melakukan yang terbaik bagi anak-anak mereka.
Perlu orangtua pahami, pada dasarnya kebutuhan anak yang paling mendasar bukan hanya pakaian dan makanan saja, tetapi juga curahan cinta dan kasih sayang yang penuh kehangatan.
Kebutuhan akan cinta dan kasih sayang yang penuh kehangatan dan tulus tidak mungkin anak dapatkan seutuhnya dari pihak lain (orang dewasa di tempat penitipan anak atau baby sitter). Di tempat penitipan anak, biasanya satu orang dewasa menangani lima anak atau lebih, semua anak berebut perhatian dan kasih sayang dari orang dewasa yang ada di tempat penitipan anak tersebut. Sedangkan sebagian para pengasuh pengganti, biasanya hanya sebatas menjalankan tugas ‘agar anak tidak menangis’ dan sisanya adalah fokus pada kepentingan pokoknya yaitu ‘mendapatkan materi’.
Raga anak bisa dilindungi agar tetap aman, pikiran anak bisa terus disibukkan, tetapi kebutuhan yang lebih mendalam dan halus tidak dapat dipenuhi kecuali oleh seseorang yang punya komitmen sangat kuat dan langgeng terhadap mereka/anak-anak yaitu orangtua (Steve Biddulph, 2002).
Anak adalah harapan dan harta yang paling berharga dari semua kekayaan yang orangtua miliki. Oleh karena itu, utamakanlah pengasuhan dan pendidikannya, sebab pola asuh yang salah dapat berakibat buruk bagi anak maupun kita sebagai orangtuanya di masa sekarang atau masa yang akan datang.
Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010
Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.
Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.
ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna
Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!
Monday, 29 October 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment