Aplikasi Ponsel Buatan Anak Saya Pemenang INAICTA 2010

Sabtu lalu (24 Juli 2010) Tim Anak saya: Fahma (12) dan Hania (6) menjadi pemenang INAICTA 2010 tingkat SD. Sejak 2 tahun lalu, Fahma senang membuat aplikasi ponsel untuk adiknya (dan anak usia balita lainnya), agar dapat belajar di ponsel orangtuanya. Silakan coba di ponsel Pembaca.

Bagi Pembaca yang menggunakan komputer untuk membuka web ini, silakan klik kanan, lalu "Save Link As", lalu simpan filenya di komputer, dan pindahkan ke ponsel.

Jika Pembaca membuka halaman ini dengan browser ponsel, langsung klik saja.

ENRICH - English for Children
MANTAP - MAtematika untuk Anak Pintar
BAHANA - Belajar Huruf, Angka, dan Warna

Semoga bermanfaat. Versi yang lebih baiknya sedang dikembangkan oleh Tim Profesional, harap tunggu ya!

Thursday, 25 October 2007

Adil Bersama Orangtua Bijaksana

Sebagai orangtua tentu ingin selalu bersikap adil kepada semua anak. Namun, bersikap adil dengan selalu memberikan sesuatu yang sama tentu akan sulit.


Dalam situasi sehari-hari, ada sebagian orangtua yang lebih dekat dengan anak perempuannya daripada anak laki-lakinya, orangtua merasa bahwa anak perempuan mereka lebih dewasa dalam bertindak dan sering membantu pekerjaan orang tua. Tetapi sebaliknya, ada juga orangtua yang lebih senang kepada anak laki-laki karena ia dianggap lebih rajin belajar dan bertanggung jawab. Perasaan orangtua seperti itu adalah normal, hanya tentu tidak bijaksana jika orangtua tersebut menuruti semua perasaannya. Cinta, perhatian, curahan kasih sayang dan kedekatan orangtua adalah hak semua anak untuk mendapatkannya. Setiap anak memerlukan hubungan positif dengan orangtuanya.


Bersikap adil dengan bijaksana bukan berarti orangtua harus memberikan sesuatu dalam jumlah, bentuk, dan waktu yang sama kepada semua anak. Bersikap adil dengan bijaksana adalah memenuhi kebutuhan anak-anak sesuai dengan keperluannya masing-masing pada saat anak-anak membutuhkannya. Contoh kasus, orangtua akan membelikan sepatu kepada salah satu anak karena sepatu lamanya sudah rusak dan tidak layak pakai, tidak seharusnya orangtua membelikan sepatu juga kepada anak yang lain (kakaknya atau saudara yang lain)) sepatu baru jika sepatu mereka masih bagus untuk dipakai. Dalam kasus ini, orangtua lebih baik membelikan barang dalam bentuk yang lain sesuai dengan kebutuhan anak (kakak atau saudara lainnya) pada saat itu, misalnya membelikan tas baru atau alat tulis karena memang sedang membutuhkannya.


Merupakan salah satu upaya orangtua untuk mengurangi jenis persaingan di antara anak-anak, orangtua harus fokus pada keunikan dari masing-masing anak (Mathew Huge M.Ed., 2007). Maksudnya adalah bahwa orangtua harus menghindarkan sikap membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan anak lainnya dan tetap berusaha untuk selalu mengetahui kebutuhan utama yang sedang diperlukan oleh anak.


Pada umumnya, anak-anak komplain dan merasa diperlakukan tidak adil oleh orangtua jika ia sedang menghadapi kesulitan, merasa tidak diperhatikan dan sedikit disepelekan oleh orangtua. Situasi akan membaik apabila orangtua dapat segera memahami dan memenuhi kebutuhan yang sedang diperlukan anak yang sedang komplain. Pastikan kepada anak-anak dengan kata-kata dan tindakan bahwa orangtua sangat mencintai mereka.


Apabila sang anak komplain, merasa orangtuanya tidak fair, tidak mempehatikan, dan tidak mencintainya lagi maka fokus pada kebutuhan individu (memberikan pelukan dan perhatian) adalah cara yang paling tepat untuk membuat anak tersebut percaya bahwa orangtua selalu berusaha untuk bersikap adil.

0 comments:

Post a Comment